Truk Kargo Angkut Migran Gelap Terguling di Meksiko, 53 Meninggal
EPA-EFE/Carlos Lopez
Dunia

Sekitar 107 warga Guatemala dan Honduras nekat melakukan perjalanan gelap menumpangi truk kargo untuk memasuki Amerika Serikat. Namun truk mereka malah terguling dan menewaskan 53 orang.

WowKeren - Bencana kemanusiaan terhadap kaum migran gelap kembali terjadi. Kali ini di Meksiko, tepatnya di bagian selatan negara tersebut, di mana sebuah truk kargo yang mengangkut ratusan orang terguling saat terlibat kecelakaan pada Kamis (9/12) waktu setempat.

Mengutip AP News, setidaknya ada 107 migran yang diangkut oleh truk tersebut, meski angka pastinya diduga lebih besar dari yang sementara dilaporkan. Kantor Kejaksaan Agung Meksiko mengungkap, hasil laporan awal menunjukkan ada 53 migran yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, dengan 3 di antaranya sempat dirawat dalam kondisi kritis.

Sementara sebanyak 54 orang lain dilaporkan mengalami luka-luka akibat kecelakaan di salah satu jalan bebas hambatan menuju Ibu Kota Chiapas ini. Kepala Kepolisian Chiapas, Luis Manuel Moreno, menyebut sebanyak 21 di antara korban luka tersebut mengalami cedera serius dan sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Dari foto-foto yang beredar, tampak korban yang bergelimpangan di jalan maupun di dalam truk yang sudah terguling. Korban kecelakaan, baik yang sudah tewas maupun yang masih hidup, tampak bertumpuk di dalam truk yang terguling dan memerlukan waktu untuk bisa memisahkan mereka yang masih selamat dari sana.


Korban kecelakaan ini diduga merupakan imigran dari Amerika Tengah, di mana menurut Moreno beberapa penyintas mengaku mereka berasal dari Guatemala. Kesaksian dari salah satu penyintas kecelakaan, Celso Pacheco, membenarkan bahwa migran yang bersamanya berasal dari Guatemala dan Honduras, di mana sekitar 8-10 orang di antaranya anak-anak.

Menurut Pacheco, pihaknya mencoba mencapai Amerika Serikat. Juru bicara kelompok migran tersebut menyebut mereka membayar antara USD2.500-3.500 untuk diangkut ke Puebla, Meksiko sebelum bertemu dengan penyelundup migran lain agar dibawa ke perbatasan AS.

Namun peraturan di Meksiko melarang migran melakukan eksodus besar-besaran sehingga mereka nekat melakukan perjalanan gelap dengan menumpangi truk kargo. Di Meksiko sendiri, praktik penyelundupan migran dengan truk kargo semacam ini bukan lagi barang baru.

Pacheco menyebut, sebagai penumpang perjalanan, ia merasa truk mendadak berada dalam kecepatan tinggi kemudian kehilangan kendali. Truk kemudian terguling ke sisi yang lebih berat dan berakhir dengan meninggalnya puluhan di antara mereka.

Presiden Guatemala Alejandro Giammattei turut berbela sungkawa atas kecelakaan yang terjadi. "Saya sangat menyesali tragedi di Chiapas, dan saya menyampaikan solidaritas terhadap keluarga korban. Kepada mereka kami menawarkan asistensi konsuler yang dibutuhkan, termasuk repatriasi," tutur Giammattei.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait