Klarifikasi Soal Tudingan Jadi Penipu, Ustaz Yusuf Mansur Malah Curhat Ditagih Uang Sekolah Anak
Instagram/yusufmansurnew
Selebriti

Ustaz Yusuf Mansur akhirnya buka suara terkait tudingan dirinya disebut sebagai penipu. Lantas pada kesempatan tersebut, ia menceritakan bahwa kini mengalami masalah keuangan hingga menunggak bayar sekolah anak.

WowKeren - Ustaz Yusuf Mansur tengah jadi sorotan gara-gara tudingan penipuan. Pendakwah berusia 44 tahun itu dituduh menipu atas kasus investasi hotel hingga kini disebut bawa uang sedekah Rp 60 juta.

Setelah sekian lama bungkam, Yusuf Mansur akhirnya buka suara untuk menanggapi tudingan tersebut. Melalui unggahannya di Instagram, sang ustaz mengirimkan pesan suara untuk memberikan klarifikasinya.

Dengan menyebut nama Tuhan, Yusuf Mansur membantah semua tudingan tersebut. "Demi Allah, seperak juga nggak saya bawa!" kata ayah tiga anak ini di Instagram, Sabtu (11/12).

Hingga kemudian ia menjelaskan panjang lebar bahwa dirinya tak pernah meraup keuntuungan dari bisnis atau pekerjaannya sebagai penceramah. Lantas tiba-tiba saja Yusuf Mansur bercerita bahwa kini ia sedang dihadapkan dengan masalah keuangan.

"Ditagih belum bayar sekolah. Gimana saya mau nipu? Ampun ya Allah," kata lelaki kelahiran Jakarta ini. Sementara itu diketahui bahwa anaknya sekolah di Pesantren Daarul Quran, tempat yang dibangun dan dipimpin olehnya.


Yusuf Mansur mengaku tidak mau mencampuradukan urusan keluarga dan pesantren yang dikelola. Terlebih kini bukan hanya pesantren Daarul Quran, tapi juga ada 1.400 rumah tahfidz yang dibangun sang ulama bersama rekannya.

"Di sana, sebutir beras aja nggak saya dibisnisin, apalagi menipu. Duit yang beredar itu ratusan miliar," ujarnya. "Soal menipu nggak lah. Memang saya penjahat kayak apa sih? Mana buktinya (penipuan)? nggak ada bos."

Tak ayal, unggahan Yusuf Mansur tersebut lantas menuai beragam tanggapan dari warganet. Ternyata banyak warganet ramai melayangkan cibiran padanya.

"Mohon maaf... Ini klarifikasi, playing fiktim atau sekedar cari simPATI? Sekali lagi mohon maaf kasus anda terlalu banyak. Mungkin aja anda menang di pengadilan tapi itu bukan ukuran kebenaran karena di awal jamaah terlalu percaya pada anda hingga mereka tidak berpikir panjang bagaimana prosedur investasi," tulis seorang netter. "Kalo ada korban sebanyak itu dan meyuarakan keluh kesahnya, masih dibilang “ada orang yg hasad iri dan dengki.. dan hasad hasut” heleh," sahut netter lainnya.

(wk/lail)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait