Dalam sebuah memo Google, mereka memberi waktu kepada karyawannya hingga 3 Desember untuk memberitahukan status vaksinasi dengan mengunggah dokumen yang diperlukan.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 15 Desember 2021 - 14:52 WIB
WowKeren - Raksasa teknologi Google telah mengambil langkah yang tegas untuk menyikapi karyawan mereka yang skeptis terhadap vaksin COVID-19. Google Alphabet Inc blak-blakan mengumumkan kepada karyawannya bahwa mereka bisa saja kehilangan gaji jika mereka enggan mengikuti aturan vaksinasi.
Sebagaimana dilaporkan CNBC yang mengutip dokumen internal, dalam skenario terburuk mereka juga bisa dikeluarkan dari perusahaan. Dalam sebuah memo yang dikeluarkan oleh Google, mereka memberi waktu kepada karyawannya hingga 3 Desember untuk memberitahukan status vaksinasi.
Hal itu bisa dilakukan dengan mengunggah dokumentasi yang menunjukkan bukti, atau untuk mengajukan pengecualian medis atau agama, menurut laporan itu. Jika sampai tenggat waktu itu karyawan tak kunjung menyerahkan syarat tersebut, maka akan dihubungi oleh Google.
Karyawan yang tidak mematuhi aturan vaksinasi per 18 Januari akan ditempatkan pada "cuti administrasi berbayar" selama 30 hari, yang mana menurut laporan CNBC konsekuensi itu akan berlanjut ke "cuti pribadi yang tidak dibayar" hingga enam bulan dan pemutusan hubungan kerja.
Dalam memo itu, perusahaan juga menegaskan bahwa alternatif tes COVID-19 yang dilakukan secara berkala tidak bisa dijadikan sebagai alternatif vaksinasi. Oleh sebab itu, siapapun yang memasuki gedung perusahaan wajib mematuhi aturan tersebut.
"Siapa pun yang memasuki gedung Google harus divaksinasi sepenuhnya atau memiliki akomodasi yang disetujui yang memungkinkan mereka untuk bekerja atau datang ke lokasi," kata perusahaan itu. "Pengujian yang sering bukanlah alternatif yang valid untuk vaksinasi."
Google awal bulan ini telah menunda rencana untuk mempekerjakan karyawannya kembali ke kantor seiring dengan penyebaran varian omicron. Seperti sebagian besar AS, Silicon Valley menghadapi kebangkitan COVID-19 dan varian virus corona omicron yang baru. Kondisi ini memaksa perusahaan untuk mengevaluasi kembali rencana untuk mempekerjakan staf kembali ke kantor.
Pemerintah Joe Biden telah mengamanatkan vaksinasi untuk kontraktor federal secara nasional. Google mengatakan pihaknya berencana untuk mengikuti perintah Biden. Pada Juli lalu, perusahaan yang mempekerjakan 150.000 orang mengatakan akan mewajibkan semua pekerja yang kembali bekerja untuk divaksinasi.
(wk/zodi)