Dianggap Menghina Kongres, DPR AS Tuntut Eks Kepala Staf Donald Trump Dihukum Pidana
AFP
Dunia

DPR Amerika Serikat (AS) kompak memberikan suara untuk merekomendasikan tuntutan pidana terhadap eks kepala staf Gedung Putih masa kepemimpinan Donald Trump, Mark Meadows.

WowKeren - Baru-baru ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) telah memilih untuk merekomendasikan eks kepala staf Gedung Putih Presiden Donald Trump dianggap menghina Kongres lantaran menolak bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan kerusuhan pada Januari yang mematikan di US Capitol.

Pada Selasa (14/12), Legislator memberikan suara 222-208 untuk merekomendasikan Departemen Kehakiman menuntut Mark Meadows yang menjabat sebagai ajudan utama Gedung Putih pada masa kepemimpinan Trump dari Maret 2020 hingga Januari 2021.

Adapun pemungutan suara ini dilakukan setelah Meadows menghentikan kerja samanya dengan panel DPR yang menyelidiki penyerbuan US Capitol oleh para pendukung Trump yang berusaha menghentikan legislator untuk mengesahkan kemenangan pemilihan Presiden Joe Biden pada 6 Januari lalu.

"Sejarah akan ditulis entang masa-masa ini, tentang pekerjaan yang telah dilakukan komite ini," tutur Perwakilan Bennie Thompson selaku Ketua Panel Demokrat yang menyelidiki kerusuhan tersebut, dilansir dari Al Jazeera, Rabu (15/12). "Dan sejarah tidak akan memandang siapa pun di antara kamu sebagai syahid. Sejarah tidak akan memandang Anda sebagai korban."


Sementara itu, pada Senin (13/12), panel telah bergerak untuk mengirim suara pada rekomendasi ke kamar penuh yang dikendalikan oleh Demokrat. Kemudian, dua Republikan, perwakilan Liz Cheney dan Adam Kinzinger mematahkan barisan partai dan memberikan suara mendukung rekomendasi tersebut selama pemungutan suara full house pada Selasa (14/12).

Kini, Departemen Kehakiman sekarang diketahui akan memutuskan apakah akan mengajukan tuntutan dengan hukuman penjara hingga satu tahun.

Langkah tersebut merupakan indikasi terbaru bahwa panel DPR yang menyelidiki kerusuhan tersebut, yang dibuat setelah upaya untuk membentuk komisi yang lebih luas dengan Senat AS, gagal, bersedia menggunakan kekuatannya untuk mencari hukuman bagi mereka yang berusaha memblokir atau memperlambat penyelidikan mereka.

Sebelumnya, pada bulan November lalu, panel telah merekomendasikan tuduhan penghinaan terhadap mantan penasihat Trump Steve Bannon. DPR secara keseluruhan, termasuk 9 anggota Partai Republik, kemudian memberikan suara mendukung rekomendasi tersebut, dan Banon kemudian didakwa atas dua tuduhan penghinaan terhadap Kongres.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait