Dalam komentar publik tentang strateginya untuk memasuki metaverse, petinggi Intel Corp. mengatakan bahwa perusahaan tersebut sedang mengembangkan sebuah perangkat lunak baru.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 15 Desember 2021 - 20:08 WIB
WowKeren - Perusahaan teknologi multinasional Amerika Intel Corp. tampaknya cukup antusias menyambut metaverse. Dalam komentar publik pertama mereka tentang strateginya untuk memasuki metaverse, petinggi Intel Corp. mengatakan bahwa perusahaan tersebut sedang mengembangkan sebuah perangkat lunak baru.
Software ini akan memungkinkan laptop untuk memanfaatkan daya komputasi dari perangkat lain, termasuk chip dari para pesaingnya. Meski definisi metaverse boleh dibilang sangat luas, namun istilah ini pada umumnya mengacu pada dunia virtual imersif yang diakses melalui internet dan berbagai perangkat. Salah satunya seperti headset realitas virtual.
Tren baru itu diperkirakan akan memerlukan daya komputasi yang jauh lebih besar. Perusahaan besar seperti Nvidia Corp. dan Qualcomm Inc. telah mendulang value dalam beberapa bulan terakhir karena antusiasme investor terhadap metaverse.
Nvidia sendiri merupakan perusahaan yang membuat chip dan perangkat lunak yang digunakan untuk membangun dunia virtual, sedangkan Qualcomm adalah produsen chip yang digunakan dalam headset realitas virtual. Raja Koduri selaku kepala grup sistem komputasi dan grafis percepatan Intel mengatakan pada hari Senin (13/12), bahwa software ini akan membantu perangkat memanfaatkan kekuatan komputasi yang sudah ada dan tidak terpakai.
Sebagai contohnya adalah ketika seorang gamer memainkan gim yang memiliki grafis-berat di laptop namun chip sistem laptop tersebut cukup terbebani sedangkan ia memiliki PC game yang tidak digunakan di ruangan lain, maka perangkat lunak yang dimaksud dapat mendeteksi daya cadangan yang menganggur di PC. Software kemudian akan memanfaatkannya melalui jaringan rumah untuk membuat game laptop berjalan lebih baik.
Koduri mengatakan perangkat lunak akan bekerja dengan chip dari pesaing asalkan spesifikasinya memenuhi persyaratan. Oleh sebab itu, akan ada banyak pihak yang dilibatkan untuk membangun software yang baru ini. Perangkat lunak ini dirancang untuk memecahkan tantangan teknis bagi pengguna sehingga tak hanya akan menghasilkan pendapatan besar bagi Intel.
"Itu akan bekerja dengan perangkat keras semua orang selama sesuai dengan spesifikasi standar industri," kata Koduri. "Akan ada banyak sumber terbuka yang terlibat dengan semua yang kami bangun."
(wk/zodi)