Anggap Semua Kedatangan Punya Kontak Erat Dengan Varian Omicron, Jepang Perketat Aturan Karantina
AFP/Charly Triballeau
Dunia

Di tengah ancaman varian Omicron, Jepang memperketat aturan karantina bagi pelaku perjalanan internasional. Bahkan menganggap penumpang memiliki kontak dekat apabila ditemukan kasus COVID-19.

WowKeren - Munculnya varian baru COVID-19 Omicron membuat banyak negara di dunia yang mengkhawatirkannya lantaran dinilai memiliki tingkat penularan sangat tinggi. Salah satunya adalah Jepang.

Jepang diketahui menganggap semua kedatangan internasional memiliki kontak dekat dengan varian Omicron. Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jepang menilai sebelum tes mengkonfirmasi apakah penumpang yang terinfeksi pada penerbangan yang sama membawa jenis varian Omicron.

"Penumpang yang masuk ini akan diminta untuk dikarantina di akomodasi yang ditunjuk oleh otoritas setempat sebelum sekuensing genom," bunyi keterangan Kemenkes dilansir dari Asahi, Rabu (15/12). "Yang memakan waktu empat hari hingga lima hari, menentukan apakah sesama penumpang itu memang terinfeksi varian Omicron."

Kemenkes Jepang menuturkan bahwa langkah tersebut diambil dengan tujuan untuk mencegah kemungkinan infeksi komunitas Omicron di negaranya selama periode pengujian. Maka dari itu, bagi penumpang yang tiba di Jepang dan dinyatakan positif COVID-19, maka harus menunggu hingga tes genome sequencing selesai untuk memastikan apakah mereka terinfeksi varian Omicron atau tidak.


Melansir Asahi, sebelumnya diketahui ada penumpang pada penerbangan yang sama dengan orang yang terinfeksi COVID-19 dapat tinggal di rumah mereka setelah kedatangan. Mereka lantas dianggap berhubungan dekat dengan pasien Omicron setelah varian itu dikonfirmasi melalui pengurutan genom.

Sementara itu, seorang pria berusia 40 tahun-an dari Prefektur Gifu pada 11 Desember lalu menjadi kasus infeksi Omicron ke-13 di Jepang. Ia diketahui telah melakukan isolasi di rumahnya hingga seseorang di pesawat yang sama itu dipastikan terinfeksi varian Omicron atau tidak.

Menurut Kemenkes Jepang, pria Gifu itu telah menunjukkan gejala COVID-19 ketik diberitahu pada hari kelima di Jepang bahwa ia telah melakukan kontak dekat dengan seorang pasien Omicron. Untuk mencegah menyebarnya Omicron di Jepang, Kemenkes dan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan lantas mengeluarkan pemberitahuan kepada otoritas setempat pada 13 Desember.

Adapun pemberitahuan itu berisi tentang apabila ada satu orang dalam pesawat yang sama dinyatakan positif COVID-19 varian Delta, maka otoritas setempat harus memperlakukan semua penumpang sama sebagai telah melakukan kontak dekat. Kemudian, otoritas setempat bertanggungjawab untuk meminta penumpang melakukan isolasi.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait