Presiden Rusia Vladimir Putin Janji ke Presiden Tiongkok Xi Jinping Untuk Hadiri Olimpiade Beijing
Dunia

Janji Putin untuk menghadiri Olimpiade Beijing akan menjadi perjalanan langka ke luar negeri bagi sang presiden Rusia di masa pandemi. Putin diketahui baru dua kali melakukan perjalanan internasional sejak masa pandemi.

WowKeren - Presiden Rusia Vladimir Putin memastikan akan hadir dalam pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Beijing, Tiongkok, pada Februari 2022 mendatang. Putin membuat janji tersebut dalam panggilan video bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping.

"Model kerja sama baru telah terbentuk antara negara kita, berdasarkan prinsip-prinsip lain seperti non-intervensi dalam urusan internal (satu sama lain)," ujar Putin.

Janji Putin untuk menghadiri Olimpiade Beijing akan menjadi perjalanan langka ke luar negeri bagi sang presiden Rusia di masa pandemi. Putin diketahui baru dua kali melakukan perjalanan internasional sejak masa pandemi, yakni ke Jenewa untuk menemui Presiden AS Joe Biden pada bulan Juni dan ke New Delhi untuk menemui Perdana Menteri India Narendra Modhi.

"Sesuai kesepakatan, kami akan mengadakan pembicaraan dan kemudian berpartisipasi dalam upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin," kata Putin kepada Xi Jinping.


Komitmen Putin ini bertolak belakang dengan keputusan Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia yang melakukan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing sebagai bentuk protes atas pelanggaran HAM yang dilakukan Tiongkok. Di antaranya adalah pelanggaran HAM terhadap Muslim Uyghur di Xinjiang dan tindakan keras terhadap gerakan pro-demokrasi Hong Kong.

Selama percakapan mereka, Putin dan Xi Jinping menyuarakan keprihatinan bersama atas pakta keamanan trilateral Aukus antara Australia, Inggris, dan AS. Sebaliknya, Xi Jinping mengatakan dia mendukung tuntutan Putin untuk jaminan keamanan baru di Eropa.

Sebelumnya, Asisten Menteri Luar Negeri AS, Karen Donfried, telah melakukan perjalanan ke Kyiv, di mana dia mengatakan kepada para pejabat bahwa dalam keadaan apa pun Washington tidak akan menekan Ukraina untuk membuat konsesi ke Rusia. Di Moskow, Donfried bertemu dengan wakil menteri luar negeri Rusia, Sergei Ryabkov.

Dalam pertemuan tersebut, Ryabkov mengatakan dia akan secara resmi mengusulkan "jaminan keamanan" yang diinginkan Rusia dari negara-negara AS dan NATO. Secara khusus, Moskow telah menuntut jaminan bahwa Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO dan tidak akan berfungsi sebagai pangkalan untuk infrastruktur aliansi militer.

Donfried juga dilaporkan bertemu dengan Dmitry Kozak, seorang pejabat Kremlin yang dianggap sebagai kurator kebijakan Rusia untuk Ukraina timur. Pertemuan tersebut mengindikasikan bahwa Rusia tertarik untuk melakukan kontak tingkat tinggi sesegera mungkin terkait konflik tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kemudian mengatakan bahwa Putin dapat berbicara dengan Joe Biden pada akhir tahun.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait