3 Bulan Berlalu, Erupsi Gunung Berapi di Pulau La Palma Spanyol Diperkirakan Baru Akan Berakhir
AP Photo/Emilio Morenatti
Dunia

Selama hampir tiga bulan sejak erupsi pertama, ledakan dan gempa bumi terjadi setiap hari. Sungai batuan cair dan gumpalan abu besar yang mengandung gas beracun juga terbentuk akibat erupsi tersebut.

WowKeren - Gunung berapi Cumbre Vieja di Pulau La Palma, Kepulauan Canary, Spanyol, pertama kali mengalami erupsi pada 19 September 2021 lalu. Selama hampir tiga bulan sejak erupsi pertama, ledakan dan gempa bumi terjadi setiap hari. Sungai batuan cair dan gumpalan abu besar yang mengandung gas beracun juga terbentuk akibat erupsi tersebut.

Namun akhirnya, gunung Cumbre Viejra "terdiam" pada Senin (13/12) malam. Hal ini membuat penduduk di Pulau La Palma berharap agar letusan gunung berapi tersebut benar-benar sudah berakhir pada Rabu (15/12).

Para ilmuwan mengatakan sepinya aktivitas gunung selama 36 jam mungkin menandakan awal dari akhir erupsi. Meski demikian, para ilmuwan tidak akan mengesampingkan kemungkinan kebangkitan aktivitas gunung berapi. Sebelumnya, gunung sempat mereda sebelum akhirnya meletus kembali dengan kekuatan baru. Namun para ilmuwan menilai situasi kali ini berbeda.

"Kami tidak bisa 100 persen yakin, karena gunung berapi telah memainkan beberapa trik selama beberapa minggu terakhir," tutur Valentin Troll yang merupakan ahli geologi dari Universitas Uppsala Swedia dan rekan penulis studi geologi Kepulauan Canary kepada The Associated Press. "Tapi sekarang banyak parameter yang sudah surut, dan menurut saya gunung api itu memang menurun sekarang."

Sementara itu, pemerintah Kepulauan Canary mengatakan bahwa aktivitas vulkanik kini sudah "hampir tidak ada sama sekali". Pada Rabu pagi, gumpalan asap putih tampak mengepul dari kawah gunung.


Karena erupsi telah mereda, para ilmuwan memberanikan diri berjalan kaki ke bibir kawah untuk melakukan pembacaan gas dari dekat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Menurut ahli vulkanologi dan juru bicara Institut National Geographic Spanyol, María José Blanco, tingkat aktivitas yang rendah dan berkelanjutan harus diamati selama 10 hari bagi para ilmuwan untuk secara resmi menyatakan akhir erupsi.

Di sisi lain, erupsi Gunung Cumbre Viejra kali ini merupakan yang terpanjang dalam catatan di La Palma dan telah menjadi tonggak sejarah bagi penduduk pulau. Para penduduk pulau tersebut banyak yang hidup dari pertanian dan pariwisata, mengingat Kepulauan Canary merupakan destinasi wisata populer karena iklimnya yang sejuk.

Beruntung tidak ada korban luka atau tewas yang terkait langsung dengan erupsi gunung berapi di La Palma. Sebagian besar warga juga sudah melanjutkan kehidupan seperti biasa di pulau tersebut. Hanya saja beberapa ribu orang terpaksa meninggalkan rumah dan pertanian mereka karena ditelan oleh lava dan bagian dari sisi barat daya La Palma rusak parah.

Sebagian penduduk setempat merasa lega dengan melemahnya aktivitas gunung berapi. Meski demikian, mereka juga merasa frustrasi atas janji-janji bantuan pemerintah yang dinilai gagal terwujud.

"Mampu melihat matahari dengan benar untuk pertama kalinya dalam hampir tiga bulan, tidur di malam hari tanpa getaran, benar-benar mengubah gambarannya," kata Francisco Javier López, seorang penduduk desa Todoque berusia 61 tahun. "Tapi masa depan tetap suram."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait