Moderna Klaim Booster Vaksinnya Ampuh Hadapi COVID-19 Omicron
AFP/Fabrice Coffrini
Dunia

Moderna mengakui bahwa dua dosis penuh vaksinnya kurang efektif dalam menghadapi virus Corona varian Omicron. Namun pemberian dosis booster meningkatkan efektivitasnya secara signifikan.

WowKeren - Keberadaan virus Corona varian Omicron (B.1.1.529) membuat berbagai pengembang vaksin dan obat berlomba-lomba mencari formula terbaik untuk menghadapinya. Termasuk Moderna yang dalam hasil studi barunya mengklaim vaksinnya efektif menghadapi COVID-19 varian Omicron.

Namun efektivitas ini baru terlihat bila dilakukan penyuntikan dosis ketiga alias booster. Sebab, seperti Pfizer, Moderna juga membenarkan bahwa dua dosis penuh vaksin buatannya kurang efektif dalam melawan varian Omicron.

Hasil studi terbaru itu mengungkap bahwa 50 mikrogram dosis penguat dari Moderna bisa meningkatkan kemampuannya melawan varian Omicron secara signifikan. Kini proses ulasan rekan sejawat hasil riset tersebut tengah dipercepat agar hasil studinya bisa segera dipublikasikan di forum ilmiah.

Menurut Moderna, kadar titer antibodi penetralisir virus dari penerima dua dosis penuh vaksin COVID-19 berplatform mRNA tersebut memang masih bisa dideteksi. Kendati demikian, kadarnya jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan data efikasi vaksin menghadapi varian asli virus penyebab COVID-19.


Peneliti lantas menambahkan 50 mikrogram dosis vaksin mRNA tersebut. Hasilnya, titer antibodi di tubuh penerima vaksin kembali mencapai kadar yang cukup untuk menetralisir varian Omicron secara lebih efektif.

Penelitian Moderna tidak berhenti sampai mengungkap kemanjuran dosis booster vaksinnya dalam menghadapi varian Omicron. Sebab kini Moderna juga meneliti efektivitas suntikan booster dengan dosis 100 mikrogram, di samping Moderna yang mengembangkan strategi 3 bagian untuk fokus menghadapi varian baru tersebut.

Moderna kini juga sedang mengembangkan vaksin mRNA multivalen. Selain itu, Moderna juga memprioritaskan untuk memperbarui kemampuan produknya dalam menghadapi varian baru virus SARS-CoV-2, sebagaimana berbagai pengembang vaksin lain.

Sejauh ini pemberian dosis booster diklaim efektif untuk menghadapi varian Omicron. Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan agar pemenuhan kebutuhan dosis penuh vaksin COVID-19 berjalan beriringan dengan pemberian vaksin booster.

"Orang-orang selalu bertanya, kita harus mendahulukan vaksin primer (dosis penuh) atau booster. Realitanya adalah kita memerlukan keduanya," ujar Direktur Program Kedaruratan WHO, Dr Mike Ryan. "Kita harus fokus memvaksin mereka yang belum divaksin sama sekali, sesegera mungkin. Lalu setelahnya kita bisa memberikan dosis penguat untuk kelompok-kelompok rentan."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait