Eksekutif Pfizer mengatakan jika mereka yakin bahwa penyakit ini akan menjadi endemik di seluruh dunia pada tahun 2024 nanti. Itu artinya, virus corona tidak akan lagi menjadi pandemi.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 18 Desember 2021 - 19:22 WIB
WowKeren - Pfizer pada Jumat (17/12) mengatakan bahwa pandemi dapat terus berlanjut hingga dua tahun ke depan, 2023. Perusahaan ini juga mengumumkan rencana untuk mengembangkan rejimen vaksin tiga dosis untuk anak-anak usia 2 hingga 16 tahun.
Komentar ini datang ketika negara-negara Eropa bersiap untuk menerapkan pembatasan lebih lanjut terhadap perjalanan dan aktivitas sosial. Eksekutif Pfizer mengatakan jika mereka yakin bahwa penyakit ini akan menjadi endemik di seluruh dunia pada tahun 2024 nanti.
Itu artinya, virus corona tidak akan lagi menjadi pandemi. Padahal sebelum adanya varian omicron, ahli penyakit terkemuka AS Anthony Fauci memperkirakan pandemi akan berakhir pada 2022 di Amerika Serikat.
Chief Scientific Officer Mikael Dolsten mengumumkan rencana untuk mengembangkan rejimen tiga dosis untuk usia 2 hingga 16 tahun. Hasil tiga dosis di antara orang yang berusia lebih dari 16 tahun menunjukkan bahwa pendekatan tersebut menawarkan perlindungan yang lebih besar.
"Oleh karena itu, kami telah memutuskan untuk memodifikasi setiap studi pediatrik," jelasnya. "Untuk memasukkan dosis ketiga ke seri dan mencari lisensi untuk seri tiga dosis alih-alih seri dua dosis seperti yang diantisipasi sebelumnya."
Pfizer telah mengembangkan vaksin COVID-19 dengan BioNTech SE Jerman. Perusahaan juga telah mengembangkan versi vaksin yang dirancang khusus untuk memerangi varian omicron.
Namun hingga kini mereka belum memutuskan apakah itu akan dibutuhkan. Para eksekutif Pfizer mengatakan perusahaan berharap untuk memulai uji klinis untuk vaksin yang diperbarui pada bulan Januari.
Sebagaimana diketahui, sejumlah negara di Eropa telah bertindak untuk mencegah penyebaran varian ini seperti Jerman, Irlandia, dan Swiss yang bergerak menuju pembatasan perjalanan lebih lanjut, setelah sebelumnya Prancis menutup perbatasannya minggu ini bagi sebagian besar warga Inggris yang bukan penduduk.
Pfizer juga membuat klaim sebelumnya bahwa obat yang mereka kembangkan cukup manjur untuk mencegah tingkat keparahan gejala penyakit hingga kematian pada pasien COVID-19 berisiko tinggi. Mereka mengatakan bahwa obat itu memiliki tingkat efektivitas hingga 90 persen pada Selasa (14/12).
(wk/zodi)