Kasus COVID-19 Terus Naik, Denmark Tutup Bioskop Hingga Tempat Konser
Dunia

Pengumuman itu disampaikan oleh Perdana Menteri Mette Frederiksen. Langkah-langkah itu akan mulai berlaku pada Minggu (19/12) pagi selama empat minggu ke depan.

WowKeren - Sejumlah negara telah melaporkan peningkatan kasus COVID-19 di tengah kekhawatiran terhadap penyebaran varian omicron. Pada Jumat (17/12), Denmark telah mengumumkan akan menutup bioskop dan ruang konser sebagai tanggapan atas rekor jumlah kasus COVID-19 harian.

Selain itu, jam buka restoran juga akan mengalami penyesuaian. Pemerintah juga berencana menutup tempat berkumpul lainnya seperti taman hiburan dan museum.

Pengumuman itu disampaikan oleh Perdana Menteri Mette Frederiksen dalam konferensi pers. Langkah-langkah itu akan mulai berlaku pada Minggu pagi selama empat minggu ke depan.

"Bioskop dan gedung konser harus ditutup," ujarnya. "Kita perlu membatasi aktivitas kita. Kita semua perlu membatasi kontak sosial kita."

Langkah ini merupakan perubahan yang tajam bagi negara Nordik tersebut, yang telah mencabut semua pembatasan pada 10 September. Pada November, negara ini memperkenalkan kembali "coronapass" pada dan kemudian mengumumkan putaran pertama pembatasan pekan lalu.


Menindaklanjuti kasus yang meningkat setiap hari hingga mencapai rekor, pemerintah telah mempercepat peluncuran dosis booster vaksin COVID-19. Negara ini juga telah mengizinkan pengobatan pil anti-COVID-19 oleh produsen obat AS Merck untuk kasus-kasus serius dan memulai vaksinasi anak-anak berusia lima hingga 11 tahun.

Lebih dari 2.500 kasus varian yang dilaporkan lebih menular telah dicatat dalam 24 jam terakhir. Restoran dan klub malam harus tutup pada pukul 23:00, bukan batas tengah malam saat ini, dan penjualan alkohol akan dilarang setelah pukul 22:00 waktu lokal.

Tak hanya itu, bahkan Ratu Margrethe II terpaksa menunda perayaan yang menandai lima dekadenya di atas takhta. Perayaan ini rencananya akan digelar pada pada 14 Januari dan akan ditunda hingga akhir musim panas, sebagaimana dikatakan oleh pihak Istana.

Untuk mengatasi lonjakan kasus, liburan Natal juga telah diperpanjang. Frederiksen mengatakan pemerintah masih berencana membuka kembali sekolah setelah liburan.

"Tujuan kami tetap menjaga masyarakat seterbuka mungkin," katanya. "Langkah-langkah yang lebih ketat yang diperkenalkan pada musim semi 2020 dapat dihindari karena kami memiliki vaksin."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait