Belum lama ini, Filipina dilanda sebuah badai yang mengakibatkan puluhan orang tewas, hingga memporak-porandakan bangunan. Kini masyarakat di Filipina tengah berjuang menghadapi badai tersebut.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Sabtu, 18 Desember 2021 - 20:05 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, Filipina dilanda bencana alam Topan Rai yang mengakibatkan sejumlah warga tewas. Kini jumlah korban tewas kembali bertambah, menjadi 33 orang.
Melansir Al Jazeera, lebih dari 18 ribu tentara dan personel darurat bergabung dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban Topan Rai di Filipina. Adapun topan yang melanda itu menyebabkan kerusakan parah di wilayah tengah dan selatan.
Sementara itu, para korban terdampak topan di Filipina itu diketahui membutuhkan pertolongan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Badai yang dikenal secara lokal sebagai Odette itu merupakan topan super kala menghantam pulau timur Siargao pada Kamis (16/12) lalu. Hal ini lantaran diketahui menghempaskan angin berkelanjutan maksimum 195 km per jam.
Kemudian, lebih dari 300 ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka saat dihantam oleh badai di wilayah tengah dan selatan Filipina. Tak hanya itu, akibat dari bencana alam ini juga menyebabkan komunikasi di banyak daerah terputus, dan banyak tianfg listrik beton yang roboh.
Masih melansir Al Jazeera, Salvador Mesa yang merupakan salah seorang pejabat bencana di Provinsi tengah Negros Occidental, pada Sabtu (18/12), mengkonfirmasi bahwa ada seitar 13 korban tewas, sebagian karena tenggelam. Sedangkan 50 orang lainnya masih hilang di daerah yang dilanda banjir.
Sementara itu, Mark Timbal selaku Juru Bicara Badan Bencana Nasional, mengatakan bahwa "telah terjadi kerusakan parah" di pulau Siargao serta di Kota Surigao di pulau tetangga, Mindanao. "Komunikasi masih terputus di Siargao dan Surigao," tutur Timbal kepada AFP.
Di sisi lain, penjaga Pantai Filipina telah membagikan foto di media sosial yang menunjukkan kerusakan meluas di sekitar Surigao, dengan atap bangunan yang lepas, struktur kayu hancur, dan pohon palem terlepas dari daunnya. Melalui rekaman udara, tampak petak sawah digenangi air.
Sementara itu, di Dinagat salah satu provinsi di pulau sebelah barat Siargao, Wakil Gubernur Nilo Demery mengatakan kepada penyiar ABS-CBN bahwa badai tersebut telah menewaskan sedikitnya enam orang. "Odette sangat kuat, warga berusaha memperbaiki rumah mereka karena bahkan pusat evakuasi kami dirobohkan, mereka tidak bisa mencari perlindungan di tempat lain, semuanya hancur," ungkap Demerey.
(wk/tiar)