Pengumuman lockdown mendadak yang disampaikan oleh pemerintah Belanda mengejutkan banyak orang di sana mengingat sebentar lagi adalah perayaan Natal dan Tahun baru.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 20 Desember 2021 - 10:29 WIB
WowKeren - Kekhawatiran meningkat seiring dengan penyebaran varian omicron yang kian meluas. Salah satu negara Eropa, Belanda, bahkan telah memutuskan untuk melakukan lockdown saat perayaan Natal.
Negara ini telah memulai penguncian sejak Minggu (19/12) untuk membatasi lonjakan COVID-19 yang diperkirakan berkaitan dengan varian omicron. Akibatnya, jalan-jalan perbelanjaan ditutup.
Boleh dibilang, penguncian ini dilakukan secara mendadak. Perdana Menteri Mark Rutte baru mengumumkan rencana ini sehari sebelumnya, Sabtu (18/12) malam. Ia memerintahkan penutupan yang berlangsung hingga 14 Januari mendatang terhadap semua kecuali toko yang paling penting, serta restoran, penata rambut, pusat kebugaran, museum, dan tempat umum lainnya.
Tentu saja, pengumuman lockdown mendadak ini mengejutkan banyak orang di sana mengingat sebentar lagi adalah perayaan Natal dan Tahun baru. Tak ayal ketika pengumuman ini disampaikan, di hari yang sama orang-orang berbondong-bondong untuk pergi keluar membeli hadiah Natal dan makanan.
Ada juga dari mereka yang pergi ke tukang potong rambut di menit-menit terakhir. Tak hanya mengejutkan warganya, lockdown mendadak ini juga mendapat protes dari sejumlah pengelola bisnis.
Pekerja perhotelan menuntut kompensasi atas hilangnya pendapatan di musim liburan. Sementara pemilik gym menekankan pentingnya olahraga selama krisis kesehatan. Asosiasi layanan perhotelan Belanda mengatakan, "Menutup semua bar dan restoran di bulan yang penting ini sangat menyakitkan dan dramatis. Kami membutuhkan kompensasi dan strategi keluar."
Mulai Senin (20/12), semua sekolah akan tutup seminggu lebih awal untuk menyambut liburan Natal hingga 9 Januari. Keluarga juga disarankan untuk menerima tamu tidak lebih dari dua pengunjung dan pertemuan di luar juga dibatasi maksimal dua.
Sejak awal Desember, Belanda telah mencatat peningkatan pesat pada kasus yang melibatkan varian omicron. Varian ini diperkirakan akan menjadi dominan sebelum akhir tahun.
Kondisi ini tentu bisa menimbulkan masalah yang besar bagi rumah sakit yang telah membatalkan perawatan rutin selama berminggu-minggu. Hal itu dilakukan untuk menghindari kehabisan tempat tidur karena tingginya jumlah pasien COVID-19 di bangsal mereka.
(wk/zodi)