Gangguan pertama akan mulai terasa pada hari Senin pukul 3 sore waktu setempat. Ribuan layanan ekspres diperkirakan akan batal beroperasi. Kondisi ini akan meningkat pada pukul 6 sore.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 20 Desember 2021 - 11:41 WIB
WowKeren - Komuter Sydney harus bersiap untuk penundaan di seluruh jaringan kereta api dengan penutupan massal. Kondisi ini diperkirakan terjadi sebagai akibat dari aksi mogok kerja yang dilakukan oleh stafnya.
Aksi yang dilakukan oleh Rail, Bus and Tram Union itu akan berarti bahwa kereta api diatur untuk tidak berawak selama delapan jam. Adapun lebih detail waktunya adalah antara jam 8 malam pada Senin (20/12) dan jam 4 pagi pada Selasa (21/12).
Gangguan pertama akan mulai terasa pada hari Senin pukul 3 sore waktu setempat. Ribuan layanan ekspres diperkirakan akan batal beroperasi. Kondisi ini akan meningkat pada pukul 6 sore ketika semua layanan diperkirakan akan menjadi jauh lebih sedikit.
Imbas mogok kerja ini, pengguna jalan juga diperingatkan untuk memperkirakan lalu lintas yang lebih padat dari biasanya. Transport for NSW mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa warga sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan transportasi pribadi.
Jika itu tidak memungkinkan, warga bisa memilih alternatif transportasi publik lainnya seperti kapal feri dan bus. Taksi juga diperkirakan akan menjadi opsi yang banyak dipilih.
"Anda harus mempertimbangkan mengemudi jika memungkinkan, bekerja secara fleksibel, menggunakan moda transportasi alternatif termasuk layanan metro, bus, atau feri reguler," kata mereka. "Perhatikan bahwa taksi dan rideshare juga diperkirakan akan banyak diminati."
Sekretaris RTBU NSW Alex Claassens mengatakan jika pemogokan itu dipicu oleh penanganan transportasi yang mengejutkan dari pemerintah NSW. "Alih-alih bergerak maju dan mengatasi kegagalan yang nyata, pemerintah Perrottet bersikeras untuk menentang kebutuhan keselamatan dasar pekerja," ujarnya.
Pemogokan terjadi seminggu setelah pekerja menolak untuk mengemudikan kereta api buatan asing. Padahal, kereta api buatan asing ini merupakan mayoritas armada kereta api jaringan. 75 persen dari layanan kereta api Sydney merupakan kendaraan asing, yang semuanya terhenti pada Selasa lalu.
"Kami menginginkan komitmen kebersihan, keamanan, dan privatisasi dasar," tambah Alex. "Dan kami tidak bisa membiarkan Pemerintah NSW lolos begitu saja tanpa memberikannya."
(wk/zodi)