Semakin Menyebar ke Banyak Negara, Iran Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron
VCG
Dunia

COVID-19 varian Omicron diketahui semakin menyebar ke banyak negara di dunia, tak terkecuali Iran. Varian Omicron sendiri dinilai memiliki tingkat penyebaran yang lebih cepat dibanding Delta.

WowKeren - Kasus COVID-19 varian Omicron diketahui semakin banyak menyebar di negara dunia. Terbaru, Iran mengidentifikasi kasus pertama varian Omicron pada Minggu (19/12). Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Manajemen Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Iran.

Melansir cgtn, salah seorang pelancong asal Iran diketahui pergi ke salah satu negara tetangga, di mana varian Omicron juga telah menyebar. "(Pelancong) dinyatakan positif setelah kembali ke Iran," tutur Gooya kepada wartawan, dilansir Senin (20/12).

"Saat ini, hanya satu kasus dari jenis ini (Omicron) yang telah diidentifikasi di Iran dan dua kasus diduga penyakit ini," lanjut Gooya. "Situasi (dua) orang ini sedang dipelajari dan hasilnya akan diumumkan segera setelah hasil tes akhir diumumkan."

Sebelumnya, pada Minggu (19/12), Kemenkes Iran melaporkan 1.968 kasus COVID-19 baru. Dengan begini, total kasus COVID-19 di Iran menjadi 6.170.979 kasus.


Sementara itu, dalam 24 jam terakhir, angka kasus kematian akibat COVID-19 bertambah 50 kasus. Sehingga angka kematian akibat COVID-19 di Iran totalnya menjadi 131.083 kasus.

Sedangkan untuk angka kesembuhan COVID-19 di Iran saat ini mencapai 6.004.277 kasus. Sementara 2.876 orang masih berada di unit perawatan intensif. Angka ini berdasarkan dari data pembaharuan Kemenkes Iran.

Untuk menghadapi pandemi COVID-19, Iran juga telah melaksanakan vaksinasi. Sejauh ini, capaian vaksinasi telah berada di angka 59.126.764 orang untuk dosis pertama. Sementara 50.340.978 orang di antaranya telah menerima dua suntikan vaksin COVID-19. Lalu 3.772.199 orang telah menerima suntikan dosis ketiga atau booster.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan bahwa COVID-19 varian Omicron ini memiliki tingkat penyebaran yang lebih cepat dibandingkan Delta. WHO mengungkapkan bahwa di negara-negara dengan transmisi komunitas yang terdokumentasi, jumlah kasus Omicron berlipat ganda dalam 1,5 hingga 3 hari.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait