Gabriel Boric berhasil menjadi Presiden terpilih Chili usai meraup 56 persen suara dan mengalahkan lawan konservatifnya, Jose Antonio Kast Kast, yang hanya memperoleh 44 persen suara.
- Bertilia Puteri
- Senin, 20 Desember 2021 - 16:21 WIB
WowKeren - Gabriel Boric resmi menjadi presiden terpilih Chili usai mengalahkan lawan konservatifnya, Jose Antonio Kast, pada Minggu (19/12). Boric yang baru berusia 35 tahun merupakan seorang legislator sayap kiri yang menjadi terkenal selama protes anti-pemerintah di Chili.
Boric berhasil meraup 56 persen suara dan mengalahkan Kast yang hanya memperoleh 44 persen suara. Kast dilaporkan sempat berupaya menakut-nakuti pemilih dengan mengatakan bahwa Boric yang tidak berpengalaman akan menjadi boneka sekutunya di Partai Komunis Chili. Sayangnya, upaya tersebut gagal.
Meski demikian, Kast segera mengakui kekalahannya. Kast bahkan mengunggah foto dirinya yang memberi selamat kepada lawannya atas "kemenangan besar" via telepon. Kast bahkan secara personal mendatangi markas kampanye Boric untuk bertemu dengan saingannya.
Dengan kemenangan ini, Boric akan menjadi Presiden Chili termuda dalam sejarah menggantikan Sebastian Pinera. Presiden Pinera yang merupakan seorang miliarder konservatif dilaporkan telah menggelar konferensi video dengan Boric untuk menawarkan dukungan penuh kepada pemerintahnya selama transisi tiga bulan.
"Saya akan menjadi presiden bagi semua orang Chili," ujar Boric dalam penampilan singkat di televisi bersama Pinera. "Saya akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi tantangan yang luar biasa ini."
Di tengah kerumunan pendukung yang sebagian besar berusia muda, Boric melompati barikade logam untuk mencapai panggung dan memberikan pidato kemenangan yang meriah dalam bahasa asli Mapuche. Pria berjanggut dan berkacamata itu menyoroti posisi progresif yang meluncurkan kampanyenya yang mustahil, termasuk janji untuk memerangi perubahan iklim dengan memblokir proyek pertambangan yang diusulkan di negara penghasil tembaga terbesar di dunia.
Selain itu, Boric juga berjanji untuk mengakhiri sistem pensiun swasta Chili, yakni ciri model ekonomi neoliberal yang diberlakukan oleh kediktatoran Jenderal Augusto Pinochet. Boric juga memberikan seruan panjang untuk wanita Chili dan menjanjikan bahwa mereka akan menjadi "protagonis" dalam pemerintahannya.
"Kami adalah generasi yang muncul dalam kehidupan publik yang menuntut hak kami dihormati sebagai hak dan tidak diperlakukan seperti barang konsumsi atau bisnis," ujarnya. "Kami tahu bahwa keadilan bagi yang kaya terus ada, dan keadilan bagi yang miskin, dan kami tidak lagi akan membiarkan orang miskin terus membayar harga ketidaksetaraan Chili."
(wk/Bert)