Seorang Staf Gedung Putih Terinfeksi, Hasil Tes COVID-19 Joe Biden Negatif
AFP/Jim Watson
Dunia

Kondisi pandemi COVID-19 di AS saat ini disebut telah didominasi oleh varian Omicron. Sementara itu, salah seorang anggota staf Gedung Putih dinyatakan positif COVID-19.

WowKeren - Salah seorang staf Gedung Putih dinyatakan positif COVID-19 pada Senin (20/12). Anggota staf Gedung Putih tingkat menegah ini disebut sempat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden selama kurang lebih 30 menit, di Air Force pada Jumat (17/12) lalu.

Gedung Putih menyatakan setelah mengetahui anggota staf tersebut posiif, Biden lantas melakukan tes COVID-19 dengan metode antigen, dan hasilnya dinyatakan negatif. Kemudian hasil tes PCR Biden pun juga menunjukkan negatif COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Gedung Putih, Jen Psaki.

Berdasarkan pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, orang yang sudah divaksinasi COVID-19 penuh, kata Psaki, tidak diwajibkan untuk melakukan karantina, meski telah terpapar. Maka dari itu, Biden disebut akan kembali melanjutkan aktivitas yang telah dijadwalkan sebelumnya.

"Anggota staf telah menghabiskan sekitar 30 menit di dekat Presiden di Air Force One, dalam perjalanan dari Orange, Carolina Selatan ke Philadelphia pada hari Jumat (17/12)," tutur Psaki dalam sebuah pernyataan, dilihat Selasa (21/12).


Lebih lanjut, Psaki mengungkapkan bahwa anggota staf Gedung Putih yang positif itu telah menerima suntikan dosis lengkap vaksin COVID-19. "Anggota staf divaksinasi dan ditingkatkan sepenuhnya, telah dites negatif sebelum naik Air Force One dan tidak mulai mengalami gejala sampai hari Minggu (19/12)," ungkapnya.

Psaki mengatakan bahwa tidak semua staf Gedung Putih dilakukan tes COVID-19. Hal ini lantaran hanya yang memiliki kontak erat serta sering kali bertemu dengan Biden yang dites. Sementara untuk kontak dekat dengan staf yang positif COVID-19 itu disarankan untuk melakukan tes.

Sementara itu, pejabat kesehatan federal AS kini menuturkan bahwa varian Omicron telah menjadi versi dominan dari virus COVID-19 di negara tersebut. Bahkan varian ini disebut menyumbangkan kasus COVID-19 di AS sebanyak 73 persen.

Di sisi lain, data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa persentase kasus varian Omicron di AS saat ini meningkat hampir enam kali lipat dalam satu pekan. Angka ini bahkan disebut lebih tinggi di sebagian besar AS.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait