Mantan Presiden AS Donald Trump mengungkapkan dirinya telah menerima booster Vaksin COVID-19 dalam pemberhentian terakhir The History Tour pada Minggu (19/12) malam.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 21 Desember 2021 - 13:54 WIB
WowKeren - Donald Trump mendapat ejekan dari kerumunan pendukungnya di Dallas kala ia mengaku telah menerima suntikan booster Vaksin COVID-19. Trump mengungkapkan dirinya telah menerima booster Vaksin COVID-19 dalam pemberhentian terakhir The History Tour pada Minggu (19/12) malam.
Sebagai informasi, The History Tour merupakan acara wawancara langsung yang telah dilakukan Trump bersama mantan pembawa acara Fox News, Bill O'Reilly. Awalnya, O'Reilly mengatakan bahwa dirinya dan juga Trump telah divaksinasi COVID-19. Hal ini telah menuai beberapa ejekan dari penonton.
"Apakah kamu mendapatkan boosternya?" tanya O'Reilly kepada Trump. "Ya," jawab mantan Presiden Amerika Serikat tersebut.
Menanggapi jawaban Trump, O'Reilly kemudian mengungkapkan bahwa dirinya juga telah menerima booster Vaksin COVID-19. Hal ini membuat lebih banyak penonton menyuarakan ejekan.
Dalam kesempatan yang sama, Trump mengklaim prestasi pengembangan Vaksin COVID-19. Namun di saat bersamaan, Trump menolak untuk mendesak para pendukungnya divaksinasi. Ia juga telah menolak mandat yang mewajibkan vaksinasi COVID-19.
"Kita melakukan hal bersejarah. Kita menyelamatkan puluhan juta orang. Kita, bersama-sama, kita semua," ujar Trump kepada para pendukungnya. "Kita menyelesaikan vaksin dalam waktu kurang dari sembilan bulan, dari yang biasanya memakan waktu lima hingga 12 tahun. Karena vaksin tersebut, jutaan orang (terselamatkan). Saya pikir ini bisa menjadi seperti Flu Spanyol (dimana) hingga 100 juta orang meninggal. Terimalah pujian untuk itu. Ini sangat hebat, yang kita lakukan bersejarah. Jangan biarkan mereka mengambil (pujian) itu."
Sebelumnya, Trump sempat mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa dirinya "mungkin" tidak akan menerima suntikan booster Vaksin COVID-19. Hal itu disampaikannya dalam sebuah wawancara pada bulan September lalu.
Di sisi lain, pemerintah AS telah mendesak warganya yang memenuhi syarat untuk menerima booster Vaksin COVID-19 secepat mungkin. Pasalnya, negara tersebut menghadapi lonjakan Varian Omicron baru yang sangat menular, yang baru-baru ini mengambil alih peran Delta dan menjadi varian dominan di AS.
(wk/Bert)