Hampir setengah korban jiwa banjir besar yang terjadi ditemukan di Selangor, Malaysia. PM Ismail Sabri Yaakob mengklaim banjir yang terjadi di Selangor di luar ekspektasi.
- Elvariza Opita
- Selasa, 21 Desember 2021 - 18:16 WIB
WowKeren - Banjir besar tengah terjadi di Malaysia dan per Selasa (21/12) telah memasuki hari ketiga. Selama 24 jam belakangan pun hujan lebat sudah berhenti mengguyur, ditambah dengan cuaca yang mulai memanas, membuat genangan air perlahan-lahan surut.
Mengutip Malay Mail, total sudah 15 orang meninggal dunia akibat banjir yang terjadi. Sebanyak 8 di antaranya ditemukan di Selangor, 6 di Pahang, dan sisanya di berbagai negara bagian Malaysia lain.
Otoritas Malaysia mencatat ada 66.939 warga yang harus mengungsi akibat banjir yang terjadi. Mereka kini mengungsi di 466 posko pengungsian (PPS) di Selangor, Pahang, Terengganu, Kelantan, Negeri Sembilan, Melaka, Perak, dan Kuala Lumpur.
Banjir besar yang terjadi pun menjadi sorotan, bukan hanya di lingkup Malaysia tetapi juga dunia. Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob turut menanggapi peristiwa yang terjadi dan mengakui bahwa memang masih ada kelemahan dalam manajemen bencana banjir di Negeri Jiran.
Yang paling disoroti adalah Selangor sebagai wilayah paling terdampak banjir. Karena itulah, Ismail menjanjikan perbaikan mitigasi banjir yang lebih baik ke depannya, meski di sisi lain ia pun enggan bila pemerintah federal sepenuhnya disalahkan atas krisis yang terjadi.
"Saya tidak akan menampik (kelemahan yang ada) dan akan memperbaikinya di masa depan," tegas Ismail setelah mengunjungi para pengungsi banjir di Dewan Besar D'Sury. "Namun tanggung jawab bukan hanya di tangan pemerintah federal saja, tetapi juga di pemerintah negara bagian dan para pejabat distrik."
"Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (Nadma) hanya mengoordinir," imbuhnya. "Kalau dirasa memang ada kekurangan dalam koordinasi mitigasi bencana, saya tidak akan melindungi siapapun. Namun menurut saya semua punya tanggung jawab."
Dalam rapatnya bersama para menteri pada Selasa pagi, diketahui bahwa mitigasi dan kesiapan menghadapi banjir di Terengganu, Kelantan, dan Pahang sudah baik. Namun memang fenomena banjir yang terjadi di Selangor, menurut Ismail, di luar perkiraan.
"Saya akan berkata jujur dan saya tidak ingin melindungi siapapun. Di negara bagian lain, seperti di pesisir timur, banjir sudah menjadi hal tahunan jadi semua sudah dipersiapkan dengan baik, seperti dengan menyiapkan posko. Sehingga para pengungsi banjir akan langsung direlokasi ke titik yang sama," tutur Ismail.
Namun situasi berbeda dialami di Selangor. Meski demikian, Ismail mengaku tidak mempermasalahkan kritik dan masukan yang terus diarahkan kepadanya. "Saya tidak akan menyalahkan kritik yang masuk. Malah saya sangat berterimakasih atas kritikan tersebut," pungkas Ismail.
(wk/elva)