Berdasarkan kebijakan yang ditetapkan, satu orang dari setiap rumah tangga akan diizinkan keluar rumah setiap dua hari untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Perintah itu mulai berlaku pada tengah malam dan berlangsung tanpa batas waktu.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 23 Desember 2021 - 11:37 WIB
WowKeren - Tiongkok memerintahkan lockdown di lingkungan dan tempat kerja di kota Xi'an, provinsi Shaanxi, pada Rabu (22/12) menyusul adanya lonjakan kasus COVID-19. Diperkirakan sekitar 13 juta jiwa di wilayah tersebut akan terdampak lockdown. Keputusan ini memicu terjadinya panic buying hanya beberapa minggu sebelum Tiongkok menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.
Menurut media pemerintah Tiongkok, pejabat kota memerintahkan semua penduduk untuk tinggal di rumah kecuali mereka memiliki alasan mendesak untuk keluar. Pihak otoritas juga menangguhkan semua transportasi ke dan dari kota tersebut selain kasus-kasus khusus.
Berdasarkan kebijakan yang ditetapkan, satu orang dari setiap rumah tangga akan diizinkan keluar rumah setiap dua hari untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Perintah itu mulai berlaku pada tengah malam dan berlangsung tanpa batas waktu.
Pada Rabu kemarin, kota Xi'an mencatat 52 kasus COVID-19 baru yang ditularkan secara lokal dalam satu hari. Pembatasan yang diterapkan di Xi'an ini merupakan salah satu aturan paling ketat yang diberlakukan Tiongkok sejak negara tersebut menerapkan lockdown ketat di Wuhan pada tahun 2020 lalu.
Pihak otoritas telah melakukan kampanye untuk melacak, menguji, dan mengkarantina kasus-kasus potensial di Xi'an. Selama beberapa minggu terakhir, Metro Xi'an telah meningkatkan rutinitas desinfeksi, meskipun ada penurunan penumpang.
Xi'an Metro mengatakan pihaknya juga menerapkan kontrol arus penumpang, jika diperlukan. Beberapa wilayah juga sudah memulai tes COVID-19 putaran kedua. Beberapa petugas kesehatan mengatakan ini sulit, tetapi rasa kebersamaannya kuat.
"Setelah diuji, mereka berterima kasih kepada kami. Beberapa orang bahkan memberi kami milk tea. Kami merasa sangat tersentuh," ungkap seorang perawat di Rumah Sakit Baoji No 3 dikutip dari CGTN.
Diketahui, Tiongkok memang telah mengadopsi langkah-langkah pengendalian pandemi yang ketat demi mencatatkan nol kasus. Hal ini membuat pemerintah sering menerapkan lockdown, mewajibkan masker, dan pengujian massal. Langkah-langkah itu telah ditingkatkan dalam beberapa hari terakhir menjelang dimulainya Olimpiade Musim Dingin Beijing pada 4 Februari 2022 mendatang.
(wk/Bert)