Kala Terjadi Lonjakan Kasus Omicron, AS dan Inggris Cetak Rekor Baru COVID-19
Dunia

Varian Omicron saat ini diketahui telah menyebar ke banyak negara, bahkan juga telah mendominasi di sejumlah area. Akibatnya, angka kasus Omicron secara global mengalami lonjakan.

WowKeren - Hingga saat ini, pandemi COVID-19 masih melanda negara di dunia. Bahkan juga tengah melawan varian baru COVID-19 Omicron yang telah menyebar luas ke banyak negara seperti varian sebelumnya yakni Delta.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, dan Australia termasuk di antara negara-negara yang melaporkan rekor kasus COVID-19 tertinggi di kala Omicron melonjak di seluruh dunia. Pada Selasa (28/12), AS menetapkan rekor tertinggi untuk infeksi COVID-19 dalam satu hari dengan 441.278 kasus baru.

Sementara itu, lonjakan kasus COVID-19 telah melampui angka 252.776 kasus yang ditetapkan pada Januari lalu. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, varian Delta telah menyumbang kasus sebanyak 41,1 persen, sementara Omicron lebih unggul dengan 58,6 persen.

Melansir UPI, kasus COVID-19 memuncak di Inggris pada Selasa (28/12), dengan angka kasus baru tertinggi yakni 129.471. Akan tetapi angka kasus tersebut tidak termasuk dengan kasus dari Skotlandia dan Irlandia Utara, lantaran oraktik pelaporan selama liburan.


Sementara di Prancis, rekor COVID-19 mencapai 208 ribu kasus baru dilaporkan pada Selasa (28/12). Angka harian tersebut merupakan yang tertinggi untuk Prancis dan Eropa sejak pandemi dimulai 2 tahun lalu.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini telah mengingatkan akan bahaya "tsunami" COVID-19 imbas dari penyebaran Delta dan Omicron. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus soal potensi tersebut. Istilah tsunami sebelumnya dipakai saat menggambarkan tingginya kasus COVID-19 di India kala Delta menyerang.

Seperti yang diketahui, dunia saat ini tengah menghadapi ancaman besar dari dua varian COVID-19 "mematikan' yakni Delta-Omicron. Bahkan menurut WHO, varian Omicron telah mendominasi di sejumlah negara seprti Afrika AS, serta daratan Eropa.

Maka dari itu, masing-masing negara diharapkan bisa menekan angka penyebaran kasus COVID-19 baik varian Omicron maupun Delta. Di Indonesia, pemerintah semakin memperketat aturan COVID-19, terlebih telah mendeteksi varian Omicron yang berasal dari transmisi lokal.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait