Pandemi COVID-19, terutama akibat varian Omicron, bukan satu-satunya masalah kesehatan yang harus dihadapi Eropa. Sebab kini kasus flu burung juga sedang sangat meluas di sana.
- Elvariza Opita
- Jumat, 31 Desember 2021 - 12:24 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona varian Omicron sedang sangat berkembang di daratan Eropa. Hampir setiap hari negara-negara di Eropa mencatatkan lonjakan kasus hingga terpaksa menerapkan pembatasan aktivitas yang lebih mengikat seperti lockdown.
Namun bukan hanya pandemi COVID-19, Eropa juga mencatatkan lonjakan kasus flu burung. Pejabat kesehatan Jerman mengklaim bahwa banyak unggas, baik yang diternakkan maupun liar, berjibaku dengan ledakan kasus flu burung.
Menurut Institut Riset Kesehatan Hewan Jerman, Friedrich Loeffler, kasus semacam ini sudah ditemukan di berbagai daerah seperti Kanada, seluruh daratan Eropa, bahkan hingga ke India dan Asia Timur. Hal ini mengingatkan dengan kejadian Israel yang membinasakan banyak hewan unggas karena ledakan kasus flu burung.
"Kami saat ini menghadapi epidemi flu burung terbesar yang pernah ada di Jerman dan Eropa," ujar Institut Friedrich Loeffler, kepada kantor berita DPA. "Tidak ada tanda-tanda epidemi akan berakhir. Negara yang terdampak begitu banyak, mulai dari Finlandia sampai Pulau Faroe dan Irlandia, dari Rusia sampai Portugal."
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa melaporkan bahwa terdeteksi 867 kasus terkait virus flu burung yang sangat patogenis pada 22 Desember 2021. Ratusan kasus ini dijumpai di 22 negara Uni Eropa dan Inggris, yang terus berkembang sejak Oktober kemarin.
"Persistensi yang teramati dan sirkulasi terus menerus dari virus HPAI pada burung liar yang bermigrasi dan menetap," jelas Institut Friedrich Loeffler. "Akan terus menimbulkan risiko bagi industri unggas di Eropa untuk beberapa bulan mendatang."
"Seringnya serangan HPAI A(H5) di peternakan komersial menimbulkan kekhawatiran," imbuhnya. "Tentang kapasitas langkah-langkah biosekuriti yang diterapkan untuk mencegah masuknya virus."
Sebelumnya, 5.200 burung bangau di Israel dilaporkan mati karena virus flu burung H5N1. Ratusan ekor ayam juga harus dibunuh demi mencegah penyebaran virus. "Ini kerusakan kehidupan liar yang terbesar di negara kami," jelas Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Tamar Zandberg.
(wk/elva)