Imbas Banjir, Malaysia Dilaporkan Akan Alami Kekurangan Pangan Hingga Bulan Ramadhan Mendatang
/Yusof Mat Isa
Dunia

Banjir yang melanda Malaysia belum lama ini, sangat berdampak pada sektor pertanian hingga peternakan. Akibatnya, kekhawatiran akan kekurangan pangan menjadi semakin meningkat.

WowKeren - Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu, Malaysia dilanda bencana banjir besar. Banjir tersebut mengakibatkan ribuan warga mengungsi dan puluhan orang tewas.

Tidak hanya itu, tampaknya banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Mengingat sebentar lagi akan memasuki Tahun Baru Imlek, kemudian disusul oleh bulan Ramadhan, kekhawatiran kekurangan pangan telah meningkat setelah para petani Malaysia terkena dampak parah oleh beberapa banjir terburuk dalam sejarah negara tersebut.

Berdasarkan laporan dari The Straits Times (ST) Singapura, menggambarkan bagaimana peternak bebek Azim Omar telah kehilangan hampir semua ternaknya yang berjumlah 8 ribu ekor pada 1 Januari lalu saat banjir melanda Segamat, Johor. Akibat banjir ini, peternakannya terendam air setinggi dada.

Selain itu, Azim Omar diperkirakan mengalami kerugian senilai RM15 ribu atau setara Rp51 juta. "Saya harus membuang sekitar 1.200 telur karena bisa terkontaminasi bakteri dari air banjir," tutur Azim dalam keterangan dikutip pada Kamis (13/1).

Lebih lanjut, Azim menuturkan bahwa di bulan Januari ini, ia mengaku tidak mendapatkan pemasukan lantaran hanya 90 ekor itik yang selamat dari banjir. Dengan begitu, pada Ramadhan di tahun 2022, ia tidak akan mampu memenuhi pasar atas permintaan telur asin.


Masih dalam laporan yang sama, Presiden Asosiasi Petani Sayuran Malaysia Lim Ser Kwee mengatakan bahwa banyak petani yang terkena banjir parah di negara bagian seperti Johor, Selangor, dan Pahang. "Kami akan menghadapi kelangkaan sayuran hingga Tahun Baru Imlek dan Hari Raya karena banjir," tutur Lim kepada ST.

"Petani tidak bisa menanam kembali tepat waktu untuk Hari Raya," lanjut Lim. "Sebagian besar peternakan telah hancur total. Dan pekerja asing saat ini tidak cukup."

Tidak hanya menggerus sektor peternakan, banjir yang melanda Malaysia itu juga menghantam sektor pertanian seperti cabai hingga sayuran. Lim menuturkan bahwa harga sayuran telah meningkat hingga 30 persen karena krisis pasokan. Sehingga, kerugian yang dialami oleh petani mencapai jutaan.

"Sulit untuk menghitung kerugian. Petani memulai dengan dua hingga tiga hektar dan berkembang perlahan hingga 30 hingga 50 hektar, dan kemudian tiba-tiba banjir datang dan Anda kehilangan segalanya dalam semalam," jelas Lim.

"Butuh waktu setidaknya satu hingga dua bulan untuk membangun kembali, dan beberapa petani sudah tidak kuat lagi," tandas Lim. "Harga bahan baku juga naik."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait