Ancaman Potensi Tsunami Pascaerupsi Gunung Berapi Bawah Laut di Tonga Disebut Telah Menurun
AP Photo/Nic Coury
Dunia

Bencana alam yang terjadi di negara Pasifik Tonga, diguncang tsunami akibat dari letusan gunung berapi di bawah laut juga berdampak pada beberapa negara lainnya. Negara tersebut diperingatkan akan potensi tsunami.

WowKeren - Pada Sabtu (15/1), negara Pasifik Tonga diterjang tsunami usai sebuah gunung berapi di bawah laut meletus. Dampak dari bencana alam ini menyebabkan beberapa negara mengeluarkan peringatan potensi terjadinya tsunami.

Bahkan pantai Pasifik Jepang telah dihantam tsunami pada Minggu (16/1) pagi. Selain itu, Badan Meteorologi Jepang juga menyampaikan bahwa tsunami 3 meter berpotensi melanda beberapa pulau barat daya Jepang, termasuk Pulau Amami serta prefektur timur laut Iwate.

Melansir AP News, ancaman potensi tsunami di sekitar Pasifik imbas letusan gunung berapi di bawah laut yang besar itu mulai menurun pada Minggu (16/1). Sementara tingkat kerusakan di Tonga belum bisa dipastikan secara detail.

Berdasarkan gambaran satelit menunjukkan bahwa letusan spektakuler yang terjadi pada Sabtu (15/1) malam itu, dengan gumpalan abu, uap, dan gas naik seperti jamur di atas perairan Pasifik Biru. Bahkan ledakan sonik juga terdengar hingga ke Alaska.

Di Tonga sendiri, gelombang tsunami menerjang pantai dan orang-orang berhamburan ke tempat yang lebih tinggi. Selain itu, akibat dari peristiwa tersebut juga membuat jaringan internet ke Tonga terputus. Bahkan situs web pemerintah dan sumber resmi lainnya belum ada pembaharuan pada Minggu (16/1) sore.


Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa belum ada laporan resmi tentang cedera atau kematian di Tonga. Namun demikian, pihaknya tetap memperingatkan pihak berwenang belum melakukan kontak dengan beberapa daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

"Komunikasi dengan Tonga masih sangat terbatas. Dan saya tahu itu menyebabkan sejumlah besar kecemasan bagi komunitas Tonga di sini," tutur Ardern, dilansir Senin (17/1).

Ardern menerangkan bahwa akibat dari bencana alam tersebut telah terjadi kerusakan signifikan pada kapal dan toko di sepanjang garis pantai Tonga. Sedangkan Ibu Kota, Nuku'alofa, tertutup lapisan tebal debu vulkanik, sehingga mencemari pasokan air dan menjadikan air bersih sebagai kebutuhan vital.

Masih melansir AP News, Dave Snider selaku koordinator peringatan tsunami untuk Pusat Peringatan Tsunami Nasional di Palmer, Alaska, mengatakan bahwa letusan gunung berapi sangat tidak biasa untuk mempengaruhi seluruh cekungan laut, dan tontonan itu "merendahkan dan menakutkan."

Snider mengatakan bahwa pihaknya mengantisipasi situasi tsunami di AS dan di tempat lain untuk terus membaik. Sebelumnya, peringatan serupa juga dikeluarkan untuk Jepang, Hawaii, Alaska dan pantai Pasifik AS. Badan Meteorologi Tonga mengatakan peringatan tsunami diumumkan untuk seluruh kepulauan, dan data dari pusat tsunami Pasifik mengatakan gelombang 80 sentimeter (2,7 kaki) terdeteksi.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait