antor berita WAM yang dikelola negara UEA melaporkan bahwa serangan tersebut tidak mengakibatkan kerugian apa pun, 'karena sisa-sisa rudal balistik jatuh di luar daerah berpenduduk.'
- Bertilia Puteri
- Senin, 31 Januari 2022 - 14:46 WIB
WowKeren - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan mencegat rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi Yaman pada Senin (31/1) pagi, di saat Presiden Israel Isaac Herzog tengah melakukan kunjungan. Tembakan rudal balistik pada Senin hari ini merupakan serangan ketiga Houthi Yaman dalam beberapa pekan terakhir.
Serangan tersebut merupakan tantangan besar bagi UEA yang telah lama mengiklankan diri sebagai sudut aman dari lingkungan yang berbahaya ke dunia bisnis internasional. Kantor berita WAM yang dikelola negara UEA melaporkan bahwa serangan tersebut tidak mengakibatkan kerugian apa pun, "karena sisa-sisa rudal balistik jatuh di luar daerah berpenduduk."
Lokasi dimana sisa-sisa rudal itu jatuh pun masih belum jelas. Namun badan pengawas lalu lintas udara sipil UEA mengatakan tak ada efek langsung pada perjalanan udara negara tersebut.
Jaksa tinggi UEA telah mengancam orang-orang yang memfilmkan atau mengunggah gambar dari insiden semacam itu akan menghadapi tuntutan pidana di UEA. Hal tersebut membuat pelaporan insiden semacam itu makin rumit.
Meski demikian, Kementerian Pertahanan UEA telah merilis rekaman hitam-putih yang disebut menunjukkan penghancuran peluncur rudal balistik di provinsi al-Jawf Yaman sekitar 30 menit setelah serangan itu diluncurkan. Al-Jawf terletak sekitar 1.350 kilometer barat daya Abu Dhabi.
Pekan lalu, serangan serupa telah terjadi di al-Jawf. Hal ini membuat analis menyarankah agar UEA menerima bantuan intelijen dari Barat untuk serangannya.
Adapun serangan Houthi ini dikutuk oleh juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Ned Price. "Sementara presiden Israel mengunjungi UEA untuk membangun jembatan dan mempromosikan stabilitas di seluruh kawasan, Houthi terus melancarkan serangan yang mengancam warga sipil," cuit Price di Twitter.
Sementara itu, juru bicara militer Houthi, Yehia Sarei, menulis di Twitter bahwa pemberontak akan membuat pengumuman tentang serangan yang mencapai "kedalaman UEA" dalam beberapa jam mendatang. Namun ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut.
Di sisi lain, Presiden Herzog melakukan kunjungan kenegaraan ke UEA dan bertemu dengan putra mahkota kuat Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, pada Minggu (30/1). Melansir The Associated Press, perjalanan Herzog diperkirakan akan berjalan sesuai jadwal meski ada intersepsi rudal. Pada Senin hari ini, Herzog dijadwalkan mengunjungi pameran dunia Expo 2020 Dubai.
(wk/Bert)