Tim peneliti asal Tiongkok menyampaikan kabar gembira mengenai temuan mereka soal antibodi yang bisa menetralisir varian Omicron. Temuan itu dibuat ketika mereka sedang melakukan penelitian yang lain.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 03 Februari 2022 - 13:55 WIB
WowKeren - Tim peneliti di Tiongkok menyampikan telah mengembangkan jenis antibodi baru yang dapat menetralkan Omicron dan varian virus corona di masa depan. Faktanya, temuan itu muncul saat para peneliti sedang menyelidiki penyakit lain. Selasa (1/2), Profesor Huang Jinghe dari Universitas Fudan di Shanghai yang merupakan ilmuwan utama dalam penelitian itu menyebut temuan membuat mereka selangkah lebih maju dalam perlombaan melawan pandemi.
Antibodi baru disintesis dari komponen dua antibodi berbeda yang diproduksi oleh sel kekebalan manusia. Ketika digunakan dalam bentuk alaminya, antibodi ini tak berdaya melawan varian Omicron dari Sars-CoV-2. Tapi, versi buatan manusia dari antibodi itu melanggar garis pertahanan Omicron, menggunakan apa yang digambarkan Prof Huang sebagai serangkaian "gerakan kombo" yang mirip dengan video game Street Fighter.
Tim dan kolaborator Prof Huang di Pusat Penelitian Klinis Nasional untuk Penyakit Pernafasan di Guangzhou mengembangkan delapan antibodi sangat kuat yang berbeda dalam waktu singkat menggunakan pendekatan baru ini. Profesor Huang pun merasa seperti menerima anugerah dari Tuhan atas temuan tersebut. Pasalnya, antibodi yang bisa menetralisir Omicron hanya sedikit.
"Hanya ada sedikit antibodi yang bisa menetralisir Omicron di dunia. Saya merasa seperti terkena anugerah Tuhan,” katanya.
Tim Prof Huang melaporkan pekerjaan mereka dalam sebuah makalah, "Combating the Sars-CoV-2 Omicron variant with non-Omicron neutralising antibodies" yang diposting di situs web pracetak Biorxiv pada hari Senin (31/1). Akan tetapi makalah ini belum melalui peer reviewed.
Prof Huang mengatakan penemuan timnya mengejutkan karena teknologi antibodi bispesifik yang mampu mengikat dua antigen yang mereka gunakan tidak dikembangkan untuk Omicron. Tapi untuk penyakit menular lain yang dia menolak untuk mengidentifikasi. "Ini bekerja cukup baik, jadi kami mencobanya pada Covid-19," ungkapnya.
Menyatukan berbagai jenis antibodi alami tidak mudah dan para peneliti mencoba berbagai kombinasi. Setelah banyak kegagalan, mereka memperoleh 10 antibodi buatan manusia yang ukurannya hanya 10 persen lebih besar daripada antibodi khas yang berasal dari alam, menurut para peneliti.
Delapan dari antibodi ini dapat mengenai Omicron dan varian lainnya dengan serangkaian gerakan yang sangat kompleks. Setelah melakukan kontak awal dengan protein lonjakan virus dengan salah satu ujungnya, misalnya, antibodi menggunakan ujung lain untuk mengelus permukaan lonjakan, memperbesar area antarmuka sehingga lebih banyak antibodi yang dapat berikatan dengan virus.
Komponen-komponen tersebut, meskipun berasal dari antibodi alami yang berbeda, "memiliki peran kolaboratif dalam proses netralisasi," pungkas Prof Huang dan rekannya dalam makalah tersebut.
(wk/amel)