Pemerintah Militer Myanmar Lagi-lagi Dakwa Aung San Suu Kyi di Tengah Serangan Pada Penduduk Sipil
Dunia

Pemerintah Militer Myanmar sekali lagi memberikan dakwaan pada Aung San Suu Kyi terkait kasus korupsi. Dakwaan itu disampaikan saat pemerintah militer juga baru saja melancarkan serangan.

WowKeren - Aung San Suu Kyi diketahui telah dijatuhi berbagai dakwaan oleh pemerintah militer Myanmar hingga harus menghadapi tuntutan hukuman penjara lebih dari 150 tahun. Terbaru, Pemerintah militer kembali mendakwa Aung San Suu Kyi dengan kasus korupsi. Dakwaan itu merupakan yang ke-11 dalam kasus korupsi.

Kasus itu baru diumumkan pada hari Kamis (3/2), ketika militer dilaporkan melancarkan serangan baru terhadap penduduk sipil di wilayah barat laut Sagaing. Pasukan itu diduga telah membakar hingga 400 rumah hingga memaksa ribuan penduduk mengungsi.

Tim informasi militer dalam sebuah pernyataan menyebut polisi mengajukan tuduhan korupsi lebih lanjut terhadap Aung San Suu Kyi karena diduga menerima $ 550.000 sebagai sumbangan untuk yayasan amal yang dinamai menurut nama ibunya. Setiap tuduhan korupsi membawa kemungkinan hukuman penjara 15 tahun. Sayangnya, pernyataan itu tidak memberikan rincian tentang kapan proses pengadilan akan dimulai.


Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi (76) telah ditahan sejak kudeta 1 Februari 2021 lalu yang memicu protes massal dan tindakan keras berdarah terhadap perbedaan pendapat. Lebih dari 1.500 warga sipil tewas dalam peristiwa itu.

Aung San Suu Kyi juga telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena hasutan terhadap militer, melanggar aturan COVID-19 dan melanggar undang-undang telekomunikasi. Meski begitu, Aung San Suu Kyi akan tetap berada di bawah tahanan rumah sementara dia melawan tuduhan lain.

Selain itu, Aung San Suu Kyi juga sudah diadili karena melanggar undang-undang rahasia resmi. Dalam kasus ini, Aung San Suu Kyi dituduh bersama dengan akademisi Australia yang ditahan Sean Turnell. Serta beberapa tuduhan terkait korupsi lainnya.

Minggu ini pemerintah militer mengumumkan bahwa Aung San Suu Kyi akan menghadapi persidangan lebih lanjut mulai pertengahan Februari. Persidangan itu terkait tuduhan mempengaruhi komisi pemilihan negara itu selama jajak pendapat 2020 yang membuat partai Aung San Suu Kyi mengalahkan saingannya yang bersekutu dengan militer.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait