Shionogi Ajukan Persetujuan untuk Penggunaan Pil Jepang Pertama Sebagai Obat COVID-19
pixabay.com/Ilustrasi/PIRO4D
Dunia

Jika disetujui, maka Shionogi akan mulai memasok pil antara 400.000 dan 500.000 dosis di Jepang pada akhir Februari lalu selanjutnya 1 juta dosis pada akhir Maret.

WowKeren - Perusahaan farmasi Jepang Shionogi & Co. telah membuat terobosan untuk menciptakan pil yang ampuh sebagai obat perawatan COVID-19. Pada Senin (7/2), perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya sedang mencari cara untuk mendapatkan persetujuan dalam waktu dekat.

Pengajuan itu bisa dilakukan paling cepat minggu depan. Langkah ini diambil usai uji klinis fase pertengahan menunjukkan jika obat itu efektif dalam mengurangi virus corona di dalam tubuh.

Presiden Shionogi Isao Teshirogi selama konferensi pers mengatakan bahwa hasil uji klinis Fase 2a dari obat yang dikenal sebagai S-217622 "sangat bagus". Jika mendapat lampu hijau dari pemerintah, maka ini akan menjadi pil pertama yang dikembangkan oleh produsen obat Jepang.


Obat ini dikembangkan untuk kasus virus corona ringan hingga sedang, terlepas dari apakah pasien berisiko dirawat di rumah sakit. Pil buatan Shionogi ini juga diyakini dapat mencegah virus berkembang biak di dalam tubuh.

Perusahaan farmasi ingin mengajukan persetujuan awal bersyarat oleh kementerian kesehatan. Jika disetujui, maka Shionogi akan mulai memasok antara 400.000 dan 500.000 dosis di Jepang pada akhir Februari dan 1 juta dosis pada akhir Maret.

Tak hanya efektif melawan virus corona, pihak perusahaan juga mengklaim jika pil tersebut juga efektif melawan omicron, varian yang disebut-sebut sangat mudah menular. Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, sistem persetujuan awal bersyarat memungkinkan pembuat obat untuk melewati tahap akhir uji klinis setelah tingkat kemanjuran dan keamanan tertentu telah dikonfirmasi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah memberikan persetujuan khusus untuk remdesivir, obat anti-virus yang dikembangkan oleh perusahaan AS Gilead Sciences Inc., tiga hari setelah perusahaan mengajukan aplikasi. Sedangkan obat oral COVID-19 Molnupiravir diberikan persetujuan khusus pada Desember 2021, sekitar 20 hari setelah perusahaan farmasi AS Merck & Co. mengajukan permohonan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait