Wulan Guritno mengungkapkan bahwa ia menemui mantan pengedar narkoba saat mendalami peran film. Wulan bahkan mengaku sampai mempelajari hal ini dari mantan pengedar narkoba tersebut.
- Dessy Novitasari
- Senin, 21 Maret 2022 - 15:02 WIB
WowKeren - Wulan Guritno mengungkapkan pengalaman saat dirinya nekat menemui mantan pengedar narkoba demi mendalami peran. Wulan diketahui memerankan karakter Pinkan yang berprofesi sebagai DJ di film "Jakarta vs Everybody".
Karakter Pinkan yang merupakan DJ di sebuah kota ini mengharuskan Wulan melakukan riset. Wulan mengaku mendatangi klub di kota secara langsung untuk mengetahui tipe musik dan tarian di klub. Bukan tanpa sebab, Wulan mengungkapkan bahwa ada perbedaan dalam hal tersebut.
"Aku kan anak Selatan (Jakarta Selatan), nah di Jakarta Selatan sama di Kota itu musik yang dimainkan itu beda, jogetnya juga," ungkap Wulan Guritno saat konferensi pers virtual. "Kita kan bukan anak kota ya, kita gak tahu persisnya gimana, jadi aku ke kota dan aku nyamar datang ke klub di kota."
Selain itu, Jefri Nichol dan Dea Panendra juga ikut membintangi film "Jakarta vs Everybody". Wulan pun menyebut Jefri dan Dea sempat menemani dirinya saat mendatangi klub di kota tersebut.
"Jadi Jefri Nichol sama Dea Panendra sempet nemenin, kita ke kota, kita masuk ke 2-3 klub," kata Wulan Guritno. "Kita nyamar, kita dengerin musiknya dan kita perhatiin orang-orang yang dateng, DJ-nya juga gimana. Aku juga ada latihan sama DJ benerannya."
Selain menyamar ke sebuah klub malam di kota, Wulan Guritno juga mengaku sempat mengobrol bersama dengan mantan pengedar narkoba. Namun tak hanya mengobrol saja, Wulan Guritno bahkan mempelajari hal baru. Ia ikut belajar cara membungkus obat-obatan terlarang itu demi mendalami perannya.
"Aku juga sempet ngobrol sama ex drug dealer (mantan pengedar narkoba) yang di kelas bawah, penjual ketengan," tutur Wulan Guritno. "Jadi drug dealer, ini mantan ya, udah keluar dari penjara dan udah tobat. Tapi dia sharing pengalamannya dia gimana jadi kita tahu operasionalnya gimana."
"Kita belajar cara bungkusnya supaya terlihat real dan pada saat didistribukan itu gak terlihat mencurigakan. Aku bocorin dikit, bisa dimasukkan ke bungkus permen," pungkas Wulan Guritno. "Itu kan bungkus permennya harus dibuka dan itu ditutupnya lagi ada tekniknya supaya gak ketahuan udah dibuka dan aku pelajarin itu."
(wk/dess)