Antivirus Rusia Kaspersky Dituding Bisa Ancam Keamanan Amerika Serikat
pixabay.com/Ilustrasi/yeiferr
Dunia

Keputusan ini membuat Kaspersky kecewa. Menurut mereka, ada faktor politik yang melatarbelakangi keputusan tersebut, alih-alih memang berkaitan dengan kualitas pelayanan.

WowKeren - Komisi Komunikasi Federal pada Jumat (25/3) telah menambahkan produk dari perusahaan Rusia Kaspersky ke "Daftar Tertutup". Komisi tersebut mengatakan perusahaan itu menimbulkan risiko bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Kaspersky merupakan sebuah perusahaan keamanan siber yang telah membuat produk termasuk perangkat lunak antivirus dan jaringan pribadi virtual. Perusahaan ini dioperasikan dari perusahaan induk yang berbasis di Inggris namun berkantor pusat di Moskow.

Kaspersky menjadi perusahaan pertama non-China yang ditambahkan ke daftar FCC. Namun, pihak FCC tidak menyebutkan penjelasan lebih detail apakah keputusan itu terkait dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Dengan Kaspersky, FCC juga menambahkan dua perusahaan Tiongkok lainnya ke dalam daftar, yang dibuat pada Maret 2021. Hingga kini, jumlah total perusahaan asing yang dimasukkan dalam daftar tersebut menjadi tujuh.


Sebelumnya sudah ada ZTE dan Huawei yang masuk ke daftar tersebut. Komisaris FCC Brendan Carr dalam sebuah pernyataan menyebutkan, "Saya senang bahwa badan keamanan nasional kami setuju dengan penilaian saya bahwa China Mobile dan China Telecom tampaknya memenuhi ambang batas yang diperlukan untuk menambahkan entitas ini ke daftar kami."

"Penambahan mereka, serta Kaspersky Labs, akan membantu mengamankan jaringan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh entitas yang didukung negara Tiongkok dan Rusia," lanjutnya. "Yang berusaha terlibat dalam spionase dan jika tidak, merugikan kepentingan Amerika."

Keputusan ini membuat Kaspersky kecewa. Menurut mereka, ada faktor politik yang melatarbelakangi keputusan tersebut, alih-alih memang berkaitan dengan kualitas pelayanan.

"Kaspersky percaya bahwa perluasan larangan tersebut hari ini pada entitas yang menerima subsidi terkait telekomunikasi FCC juga tidak berdasar," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan. "Dan merupakan respons terhadap iklim geopolitik alih-alih sebagai evaluasi komprehensif atas integritas produk dan layanan Kaspersky."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait