Dua pejabat dari maskapai Afghanistan, Ariana Afghan dan Kam Air, mengungkapkan bahwa Talibat telah meminta mereka menghentikan penumpang perempuan jika mereka bepergian sendirian.
- Bertilia Puteri
- Senin, 28 Maret 2022 - 14:57 WIB
WowKeren - Taliban telah memerintahkan maskapai penerbangan di Afghanistan untuk menghentikan wanita yang naik pesawat tanpa ditemani oleh kerabat pria. Hal ini disampaikan oleh pejabat penerbangan Afghanistan kepada AFP.
Dua pejabat dari maskapai Afghanistan, Ariana Afghan dan Kam Air, mengungkapkan bahwa Talibat telah meminta mereka menghentikan penumpang perempuan jika mereka bepergian sendirian. Menurut pejabat yang tak mau disebutkan namanya itu, keputusan tersebut diambil usai pertemuan antara perwakilan Taliban, dua maskapai penerbangan dan otoritas imigrasi bandara pada Kamis (24/3).
Adapun Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan mengatakan tidak mengeluarkan arahan yang melarang perempuan naik pesawat sendirian. Namun sebuah surat yang dikeluarkan oleh pejabat senior maskapai Ariana Afghan kepada staf setelah pertemuan dengan Taliban berkata lain.
"Tidak ada wanita yang diizinkan terbang dalam penerbangan domestik atau internasional tanpa kerabat laki-laki," demikian kutipan surat tersebut.
Kepada AFP, dua agen perjalanan juga mengkonfirmasi bahwa mereka telah berhenti mengeluarkan tiket untuk pelancong perempuan yang bepergian sendirian. "Beberapa wanita yang bepergian tanpa kerabat laki-laki tidak diizinkan naik penerbangan Kam Air dari Kabul ke Islamabad pada hari Jumat," ungkap seorang penumpang penerbangan tersebut.
Selain itu, sumber lain juga mengatakan bahwa seorang wanita Afghanistan dengan paspor Amerika Serikat (AS) juga tak diizinkan naik pesawat ke Dubai pada hari Jumat. Selama ini, Taliban memang telah melarang perjalanan darat antar kota bagi perempuan yang bepergian sendirian, namun mereka masih membebaskan aturan penerbangan.
Taliban sendiri telah berjanji untuk menerapkan aturan yang lebih lembut dibanding masa kekuasaan pertama mereka di Afghanistan periode 1996-2001 lalu. Namun belakangan Taliban batal membuka sekolah menengah untuk perempuan.
AS yang telah siap untuk menempatkan Taliban di jalan menuju pengakuan diplomatik lantas mengurungkan niatnya usai Taliban mengingkari janjinya untuk mengizinkan perempuan di Afghanistan kembali bersekolah. Padahal, para diplomat AS sangat optimis bahwa Taliban akan memenuhi janjinya bahwa acara bersama telah direncanakan menjelang Forum Doha akhir pekan ini di Qatar yang akan memulai proses untuk memberikan pengakuan diplomatik kepada kelompok itu.
(wk/Bert)