Pihak Berwenang AS Telah Menangkap Bos Sindikat Kejahatan Transisi Jepang Yakuza
Dunia

Adapun pemimpin Yakuza yang ditangkap pihak berwenang AS itu adalah Takeshi Ebisawa. Atas kejahatan yang didakwakan kepada Ebisawa, ia terancam hukuman seumur hidup.

WowKeren - Jepang selama ini dikenal memiliki sindikat kejahatan transisi Yakuza. Kini, pihak berwenang Amerika Serikat (AS) diketahui telah berhasil menangkap seorang pemimpin Yakuza atas dugaan menyelundupkan narkoba ke AS dan membeli senjata, termasuk rudal darat ke udara untuk kelompok etnik militan di Myanmar.

Sementara itu, jaksa federal menuduh Takeshi Ebisawa (57) sebagai pemimpin dalam sindikat kejahatan Yakuza dan menjadi perantara kesepakatan dengan Agen Penegakan Narkoba yang menyamar sebagai pengedar narkotika dan senjata untuk mengatur transaksi skala besar.

Di sisi lain, menurut dakwaan , Ebisawa berkonspirasi dengan rekan konspirator untuk menengahi penjualan rudal permukaan ke udara buatan AS dan persenjataan lainnya untuk Tentara Negara Bagian Shan, salah satu kelompok pemberontak etnis terbesar di Myanmar, dan Persatuan Nasional Karen, yang beroperasi di Myanmar timur.

Dalam surat dakwaan tersebut, Ebisawa dinilai "mengerti bahwa senjata telah diproduksi di Amerika Serikat dan diambil dari pangkalan militer Amerika Serikat di Afghanistan." Selain itu, ia juga diduga berusaha untuk membeli daftar belanjaan persenjataan, termasuk 5.000 senapan AK-47, senapan mesin M60. , ribuan roket dengan berbagai ukuran dan persenjataan tingkat tinggi lainnya.


Lebih lanjut, sebagai bagian dari kesepakatan, Ebisawa diketahui akan menerima pembayaran parsial sejumlah besar heroin dan metamfetamin untuk distribusi di AS. "Narkoba ditujukan untuk jalan-jalan New York dan pengiriman senjata ditujukan untuk faksi-faksi di negara-negara yang tidak stabil," ujar Jaksa AS, Damian Williams dalam sebuah pernyataan, dikutip Jumat (8/4).

"Anggota sindikat kejahatan internasional ini tidak dapat lagi membahayakan nyawa dan akan menghadapi keadilan atas tindakan terlarang mereka," lanjut Williams.

Williams mengungkapkan Ebisawa ditangkap oleh pihak berwenang AS di Manhattan pada Senin (5/4), bersama dengan dua komplotannya, sementara seorang konspirator ketiga ditangkap di kota tersebut di hari berikutnya. Adapun tuduhan tersebut disebut mengikuti penyelidikan yang diluncurkan pada tahun 2019 lalu atas dugaan kegiatan narkotika dan senjata Ebisawa.

Atas hal tersebut juga membuat pemimpin Yakuza itu didakwa dengan impor narkotika, konspirasi impor narkotika, pencucian uang dan konspirasi untuk memiliki senjata api, termasuk senapan mesin dan alat perusak serta konspirasi untuk memperoleh, mentransfer dan memiliki rudal permukaan-ke-udara.

Atas tuduhan tersebut, Ebisawa dihadapkan dengan hukuman penjara seumur hidup untuk setiap dakwaan, selain dari pencucian uang, di mana ia bisa menerima hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan rekan konspiratornya juga menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait