Berkas Perkara Indra Kenz Kini Diserahkan Ke Pihak Kejaksaan
Selebriti

Berkas perkara kasus Indra Kenz kini dikabarkan telah diserahkan penyelidik ke pihak kejaksaan. Hal itu dibenarkan oleh Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko.

WowKeren - Kasus penipuan berkedok trading melalui aplikasi Binomo yang menyeret nama Indra Kenz terus diselidiki oleh pihak kepolisian. Indra sampai saat ini diketahui masih ditahan di Bareskrim Polri usai ditetapkan sebagai tersangka.

Indra ditangkap dan ditahan sejak 24 Februari 2022 lalu. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri kini menginformasikan bahwa berkas perkara Indra Kenz telah dilimpahkan ke kejaksaan.

Berkas tersebut telah diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sejak Rabu (6/4). Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko.

"Perlu disampaikan bahwa berkas perkara saudara IK sudah dilimpahkan ke JPU pada tanggal 6 April 2022," kata Kombes Pol. Gatot saat ditemui awak media di Mabes Polri, Jumat (8/4).


Atas perbuatannya Indra Kenz terancam kurungan 20 tahun penjara. Sementara itu penyidik terus melacak aset Indra Kenz dalam perkara itu. Sejumlah barang bukti telah disita, di antaranya mobil Tesla, mobil Ferrari, serta tiga rumah di kawasan Medan, Sumatera Utara.

Belakangan ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga berhasil mengungkapkan bahwa Indra Kenz menyembunyikan aset kripto senilai Rp38 miliar. Pihak PPATK pun langsung membekukan aset kripto Indra setelah fakta tersebut terungkap.

"Benar kami sudah bekukan aset kriptonya (milik Indra Kenz) di luar negeri," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/4) dikutip dari Antara.

Selain itu, Indra juga diketahui sempat memindahkan uangnya ke rekening lain. Namun kini semua aset kripto dan rekening-rekening Indra telah dibekukan.

Sementara itu, polisi telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus investasi bodong Binomo. Mereka adalah Brian Edgar Nababan, salah satu Manajer Binomo Indonesia, kemudian Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich selaku guru trading Indra Kenz, dan Wiky Mandara Nurhalim adalah admin akun telegram grup milik Indra Kenz.

(wk/Sisi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait