Sebuah studi menunjukkan bahwa proses pembekuan sel kelamin hewan dapat membantu untuk meningkatkan keragaman genetik dalam populasi yang semakin berkurang.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 15 April 2022 - 20:13 WIB
WowKeren - Salah satu hewan endemik Australia, koala, tengah menghadapi risiko kepunahan. Oleh sebab itu, para ilmuwan berupaya keras untuk menyelamatkan hewan ini dari kepunahan.
Menurut tim ilmuwan Australia, pembekuan sperma koala dapat membantu menyelamatkan hewan berkantung yang lucu dan ikonik dari kepunahan. Kesimpulan itu diambil berdasarkan studi baru-baru ini, yang diterbitkan oleh para peneliti dari universitas terkemuka dan masyarakat satwa liar di seluruh negeri.
Studi itu menunjukkan bahwa proses pembekuan sel kelamin hewan dapat membantu meningkatkan keragaman genetik dalam populasi yang semakin berkurang. Tak hanya itu, langkah tersebut juga bisa memotong biaya yang cukup besar dalam program penangkaran.
Langkah itu dilakukan setelah koala dinyatakan "terancam punah" di Queensland, NSW dan ACT. Dua tahun lalu, sebuah laporan Parlemen NSW menemukan bahwa marsupial bisa punah di negara bagian itu pada tahun 2050.
Dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal peer-review Animals, para peneliti menyarankan apa yang disebut biobanking. Upaya ini didefinisikan sebagai pembekuan sel dan jaringan seks untuk digunakan dalam pembiakan yang dibantu. Biobanking dapat mengatasi tantangan ekonomi dan genetik saat ini dalam program penangkaran.
Mereka berpendapat koala betina dapat dibuahi dengan sperma beku ini dalam program breed-for-release di seluruh negeri. Dr Ryan Witt, rekan penulis dan ilmuwan konservasi Universitas Newcastle, mengatakan jika pihaknya saat ini masih belum memiliki alat optimal yang dapat menyimpan materi reproduksi koala hidup, seperti sperma.
"Jadi, kami tidak memiliki polis asuransi terhadap bencana alam seperti kebakaran hutan 2019-2020 yang mengancam akan memusnahkan sejumlah besar hewan dalam satu waktu," ujarnya. "Jika populasi koala mati dalam peristiwa kebakaran semacam ini, tidak ada cara untuk mengembalikan atau melestarikan genetika mereka."
Model yang dikembangkan oleh tim akan memotong biaya program pemuliaan lima sampai 12 kali lipat. "Ini akan membebaskan dana konservasi yang berharga untuk mendukung lebih banyak spesies, atau untuk mendukung upaya konservasi koala lainnya seperti restorasi habitat," katanya.
(wk/zodi)