Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Jumat (15/4) jika Inggris telah menyelidiki setidaknya 74 kasus di mana anak-anak menderita hepatitis, atau peradangan hati.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 16 April 2022 - 15:08 WIB
WowKeren - Sebuah penyakit hati misterius tengah menjadi sorotan di Eropa. Pejabat di sejumlah negara bagian tengah menyelidiki kasus penyakit hati parah yang terjadi pada anak-anak.
Para pejabat kesehatan menduga jika kemungkinan itu terkait dengan jenis virus yang biasanya dikaitkan dengan pilek. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Jumat (15/4) jika Inggris telah menyelidiki setidaknya 74 kasus di mana anak-anak menderita hepatitis, atau peradangan hati.
Kasus serupa juga tengah diselidiki di Spanyol yang telah mencatatkan tiga kasus dan di Irlandia juga ada beberapa. Di AS, para pejabat tengah menyelidiki 9 kasus serupa. Semua kasus itu dilaporkan dari Alabama, kendati begitu para pejabat menuturkan jika pihaknya terus mencari tahu apakah ada lebih banyak lagi kasus di tempat lain.
Pejabat WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan jika lebih banyak kasus kemungkinan akan dilaporkan dalam beberapa hari mendatang. "Mengingat peningkatan kasus yang dilaporkan selama satu bulan terakhir dan peningkatan kegiatan pencarian kasus," kata pejabat itu.
Pejabat WHO mengatakan jika anak-anak AS yang terjangkit berusia antara 1 hingga 6 tahun, dan dua membutuhkan transplantasi hati. Kasus-kasus Eropa berada dalam rentang usia yang sama, meskipun beberapa di antaranya lebih tua.
WHO pertama kali menyadari penyakit yang tidak biasa itu awal bulan ini, ketika mereka mengetahui 10 anak di Skotlandia dengan masalah hati. Seorang anak dilaporkan sakit pada bulan Januari dan sembilan lainnya menyusul pada bulan Maret. Kondisi semua anak itu menjadi lebih parah dan setelah dibawa ke rumah sakit mereka didiagnosis menderita hepatitis.
Para pejabat mencatat ada lonjakan baru-baru ini dalam penyebaran adenovirus. Ada puluhan adenovirus, banyak di antaranya terkait dengan gejala seperti pilek, demam, sakit tenggorokan, dan mata merah. Namun beberapa di antaranya bisa memicu masalah lain, termasuk peradangan di lambung dan usus.
Beberapa anak Eropa dites positif adenovirus, dan beberapa dites positif COVID-19. Namun kata WHO, lebih banyak pekerjaan laboratorium diperlukan untuk mengeksplorasi kemungkinan hubungan dengan virus tertentu.
(wk/zodi)