Muncul teknologi baru Augmented Reality serta Virtual Reality atau yang akrab disingkat dengan AR dan VR. Sering dianggap sama, berikut perbedaan kedua teknologi canggih tersebut.
- Apr 18, 2022
WowKeren - Cara kerja Augmented Reality (AR) membutuhkan perangkat yang dilengkapi kamera seperti smartphone, tablet, atau kacamata pintar dan didukung oleh perangkat AR. Saat pengguna mengarahkan perangkat ke objek, AR mengenalinya melalui teknologi visi komputer. Sehingga, pengguna melihat objek nyata dan digital. AR dapat memberikan tampilan data real time dan memungkinkan pengguna untuk mengontrolnya dengan layar sentuh, suara, atau gerakan.
Sementara algoritma yang berjalan di aplikasi AR harus memiliki variasi pola, warna atau fitur lainnya yang dapat ditampilkan di frame kamera. Sebagai contoh, jika algoritma dapat mengidentifikasi wajah, maka harus dimasukkan data gambar setiap jenis wajah ke dalam algoritma pemrograman di aplikasi AR. Jika tidak, aplikasi tak dapat berjalan dengan sempurna.
Sementara, Virtual Reality (VR) dimulai dengan user melihat suatu dunia semu yang sebenarnya merupakan gambar-gambar dinamis hasil dari simulasi komputer. Cara kerja VR adalah dengan menggabungkan tampilan yang terdapat di layar VR lalu diteruskan ke mata pengguna. Otak manusia lalu memproses gambar tersebut sehingga akan muncul ilusi gambar 3 dimensi yang seolah-olah nyata. Perangkat-perangkat VR tersebut membuat para pengguna merasakan feedback atau umpan balik sehingga dapat saling berinteraksi.
Penggunaan VR yang terkenal saat ini adalah proyek film 3D dan video game. VR menciptakan simulasi untuk beralih dari dunia nyata ke virtual dengan bantuan komputer serta peralatan sensorik seperti headset dan sarung tangan.
Lantas, apa tujuan sebenarnya dari kehadiran teknologi baru seperti AR dan VR?
(wk/Sisi)