Rencana Pembakaran Alquran Picu Kerusuhan di Swedia, 3 Orang Terluka
Dunia

Sebagai informasi, kerusuhan ini pecah menyusul pertemuan politisi sayap kanan Denmark, Rasmus Paludan. Ia juga berencana membakar Alquran di sejumlah kota Swedia sejak Kamis (14/4).

WowKeren - Kerusuhan pecah di Swedia pada akhir pekan imbas demonstrasi kelompok sayap kanan anti-Islam yang berencana membakar Alquran. Polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan selama kerusuhan di Swedia timur untuk membubarkan pengunjuk rasa yang marah dengan demonstrasi kelompok anti-Islam tersebut.

Massa yang terdiri dari sekitar 150 orang melemparkan batu ke arah petugas dan kendaraan polisi. Mereka juga disebut sempat membakar mobil. Polisi lantas memberikan tanggapan dengan melepaskan tembakan peringatan dan tiga orang terluka diduga karena terkena pantulannya.

Ketiga orang tersebut dirawat di rumah sakit di Norrkoping. Mereka disebut tidak ada yang mengalami luka serius. "Ketiga korban luka ditangkap karena dicurigai melakukan kejahatan," jelas pihak kepolisian.

Sebagai informasi, kerusuhan ini pecah menyusul pertemuan politisi sayap kanan Denmark, Rasmus Paludan. Ia juga berencana membakar Alquran di sejumlah kota Swedia sejak Kamis (14/4).

Paludan dan partainya telah merencanakan demonstrasi di Norrkoping pada hari Minggu. Tetapi menurut laporan media Swedia, Paludan tidak pernah muncul di kota itu.


Melalui laman Facebook partai Stram Kurs, Paludan mengatakan bahwa ia membatalkan demonstrasi pada hari Minggu di Norrkoping dan Linkoping. Pasalnya, Paludan menilai pihak otoritas Swedia di kedua lokasi tidak bisa melindungi dirinya.

"Jika saya terluka parah atau terbunuh karena ketidakmampuan otoritas polisi, maka akan sangat menyedihkan bagi orang Swedia, Denmark, dan orang utara lainnya," ujar Paludan.

Selain Norrkoping dan Linkoping, kerusuhan dan bentrokan kekerasan telah dilaporkan di Stockholm, Orebro, Landskrona dan Malmo dalam tiga hari terakhir. Pada Jumat (15/4) malam, bentrokan keras antara demonstran dan kontra pengunjuk rasa meletus di pusat kota Orebro sebelum rencana Paludan untuk membakar Alquran di sana. Kerusuhan tersebut menyebabkan 12 petugas polisi terluka dan empat kendaraan polisi dibakar.

Pada Sabtu (16/4), juru bicara polisi di Swedia selatan, Kim Hild, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mencabut izin untuk demonstrasi di Landskrona. Kepada kantor berita Swedia TT, Hild menyatakan bahwa hak para pengunjuk rasa untuk "berdemonstrasi dan berbicara sangat berat, sangat berat dan dibutuhkan jumlah yang luar biasa agar ini diabaikan".

Paludan sendiri menghadiri demonstrasi di sebuah taman pusat di Malmo pada Sabtu malam. Sejumlah kecil massa melempari batu ke arah kelompok demonstran tersebut dan polisi terpaksa menggunakan semprotan merica untuk membubarkan mereka. Paludan sendiri dilaporkan terkena batu di kakinya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait