Presiden Sri Lanka Akui Salah Sebabkan Krisis Ekonomi, Janji Segera Perbaiki
AP Photo/Eranga Jayawardena
Dunia

Saat berbicara dengan 17 menteri Kabinet baru yang ditunjuk, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa berjanji untuk memperbaiki krisis itu dan mengakui kesalahan pemerintah.

WowKeren - Krisis ekonomi Sri Lanka belum menunjukkan tanda-tanda akan membaik dan masih menjadi sorotan hingga kini. Pada Senin (18/4). Presiden Gotabaya Rajapaksa mengakui bahwa dirinya telah membuat kesalahan yang menyebabkan krisis ekonomi terburuk di negara itu dalam beberapa dekade.

Saat berbicara dengan 17 menteri Kabinet baru yang dia tunjuk pada hari yang sama, ia berjanji untuk memperbaiki krisis itu. Dia bersama keluarganya tengah berusaha menyelesaikan krisis politik yang diakibatkan oleh keadaan ekonomi yang mengerikan di negara itu.

"Selama dua setengah tahun terakhir kami menghadapi tantangan besar. Pandemi COVID-19, serta beban utang, dan beberapa kesalahan di pihak kami," kata Rajapaksa. "Itu semua perlu diperbaiki. Kami harus memperbaikinya dan bergerak maju. Kita perlu mendapatkan kembali kepercayaan rakyat."

Menurutnya, pemerintah seharusnya mendekati Dana Moneter Internasional untuk meminta bantuan sejak awal. Selain itu, pemerintah juga tidak seharusnya melarang pupuk kimia dalam upaya membuat pertanian Sri Lanka sepenuhnya organik.


Para kritikus mengatakan larangan pupuk impor ditujukan untuk melestarikan penurunan devisa negara namun rupanya merugikan petani. Sebaliknya, pemerintah justru meminjam uang dalam jumlah besar untuk proyek infrastruktur yang tidak menghasilkan uang.

"Saat ini, orang-orang berada di bawah tekanan besar karena krisis ekonomi ini. Saya sangat menyesali situasi ini," kata Rajapaksa. Rakyatnya telah mengalami kekurangan kebutuhan pokok selama berbulan-bulan. Tak hanya bahana makanan namun juga gas untuk memasak, obat-obatan, serta bahan bakar.

Penunjukan Kabinet dilakukan menyusul protes selama berminggu-minggu atas kekurangan bahan bakar dan makanan. Masyarakat Sri Lanka juga menyerukan tuntutan agar Rajapaksa, keluarganya yang kuat secara politik dan pemerintahnya mengundurkan diri.

Kemarahan publik tak hanya ditujukan pada Rajapaksa, namun juga Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa yang merupakan kakak laki-laki Gotabaya. Ribuan pengunjuk rasa telah menduduki pintu masuk kantor presiden pada Senin, yang merupakan hari ke-10. Sebagian besar Kabinet mengundurkan diri pada 3 April setelah protes meletus di seluruh negeri.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait