Dalam Pengejaran Angkatan Laut, Kapal Migran Tenggelam di Lebanon Hingga Tewaskan 6 Penumpang
Dunia

Kapal yang ditumpangi warga Lebanon untuk melarikan diri dari negara mereka berakhir tenggelam setelah sempat terlibat pengejaran aparat. Setidaknya 6 orang tewas dalam peristiwa itu.

WowKeren - Enam orang tewas, termasuk seorang gadis muda, dan 48 lainnya diselamatkan setelah sebuah kapal migran yang kelebihan muatan terbalik di Lebanon utara. Kapal itu berakhir tenggelam setelah sempat terlibat dalam pengejaran oleh pasukan angkatan laut, kata para pejabat.

Pasukan angkatan laut Lebanon mengatakan kapal itu membawa hampir 60 orang ketika tenggelam di dekat Tripoli. Titik keberangkatan bagi semakin banyak orang yang mempertaruhkan masa depan lebih baik di luar negara miskin itu.

"Angkatan laut angkatan darat berhasil menyelamatkan 48 orang dan mengambil mayat seorang gadis... dari kapal yang tenggelam saat mencoba menyelundupkan mereka secara ilegal. Kebanyakan orang di kapal diselamatkan,” ungkap militer, tanpa menyebutkan kewarganegaraan mereka, melansir Malaymail.com.

Kerabat para korban meratap ketika mereka mengunjungi kamar mayat untuk menerima jasad. Sementara yang lain memadati pelabuhan putus asa untuk berita kehilangan orang yang dicintai.

"Keponakan saya, dia memiliki lima anak dan istrinya sedang mengandung anak kembar. Dia mencoba melarikan diri dari kelaparan dan kemiskinan," kata seorang pria kepada AFP.


Sementara itu, Haissam Dannaoui, kepala angkatan laut Lebanon, mengatakan tentara berusaha menggagalkan operasi penyelundupan tetapi tidak dapat mencapai titik keberangkatan tepat waktu. Pengejaran laut berikutnya melibatkan dua patroli angkatan laut yang mencoba memaksa kapal migran untuk kembali.

"Sayangnya, kapten (kapal) memutuskan untuk melakukan manuver untuk melarikan diri,” yang menyebabkan kapal menabrak kapal patroli. Dampaknya, lambung kapal migran retak, yang dengan cepat tenggelam, kata Dannaoui.

Tetapi salah satu yang selamat mengatakan sebuah kapal angkatan laut sengaja menabrak kapal migran untuk memaksanya kembali. Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Lebanon Najat Rochdi menyerukan diakhirinya tragedi berulang seperti itu.

"Mengerikan melihat kekurangan masih mendorong orang untuk melakukan perjalanan berbahaya melintasi lautan," katanya di Twitter.

Lebanon berada dalam cengkeraman krisis keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Membuat mata uang kehilangan lebih dari 90 persen nilainya. Mayoritas penduduk sekarang hidup dalam kemiskinan. Kecelakaan ekonomi telah mendorong peningkatan penyeberangan laut ilegal, dengan warga negara Lebanon serta pengungsi Suriah dan Palestina mencoba perjalanan berbahaya melintasi Mediterania.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait