Singapura Eksekusi Mati Terpidana Pengedar Narkoba Asal Malaysia yang Alami Disabilitas
Unsplash/Colin Davis
Dunia

Pria Malaysia penyandang disabilitas intelektual menjadi terpidana mati kasus narkoba di Singapura. Pria itu pun berakhir dieksekusi mati meski sempat menuai beragam protes.

WowKeren - Nagaenthran Dharmalingam, seorang warga Malaysia penyandang disabilitas intelektual yang divonis hukuman mati karena perdagangan narkoba pada tahun 2010 telah dieksekusi di penjara Changi Singapura, Rabu (27/4). Pihak Keluarga menyebut, Nagaenthran, yang ditangkap setelah polisi menemukan seikat 42,7 gram (1,5 ons) heroin diikatkan di pahanya, telah digantung sebelum fajar hari ini.

Navin Kumar, saudara laki-laki Nagaenthran, mengatakan kepada Reuters bahwa jenazah akan dikirim kembali ke Malaysia di mana pemakaman akan diadakan di kota utara Ipoh. Eksekusi warga Malaysia itu dilakukan setelah Pengadilan Banding segera menolak upaya sang ibu untuk menghentikan eksekusi putranya. Para hakim juga menyebut pembelaannya pada menit-menit terakhir itu "menjengkelkan".

Bulan lalu, pengadilan menyebut upaya hukum untuk menyelamatkan nyawa Naga sebagai "penyalahgunaan terang-terangan dan mengerikan" dari proses hukum. Dan bahwa itu "tidak pantas untuk terlibat atau mendorong upaya terakhir" untuk menunda atau menghentikan eksekusi.

Kasus Nagaenthran yang mengalami learning disabilities telah menarik perhatian global terhadap penggunaan hukuman mati yang terus berlanjut di Singapura, khususnya dalam kasus perdagangan narkoba.Termasuk memicu perdebatan baru di negara itu sendiri.


M Ravi, seorang pengacara yang sebelumnya mewakili Nagaenthran, mengungkapkan kesedihannya atas eksekusi tersebut di Twitter. "Om Shanti, semoga jiwamu beristirahat dalam damai," cuitnya di Twitter.

Dia menambahkan, “Kamu mungkin menghancurkan kami, tetapi tidak mengalahkan kami. Perjuangan kami melawan hukuman mati terus berlanjut".

Sebelumnya, ratusan orang yang menunjukkan penentangan mereka terhadap hukuman mati juga telah berkumpul di Taman Hong Lim. Satu-satunya tempat di mana pemerintah Singapura mengizinkan pertemuan umum. Ada juga protes kecil di luar Kedutaan Besar Singapura di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur.

Pemerintah Malaysia, pakar PBB, Uni Eropa, kelompok masyarakat sipil dan selebritas termasuk pengusaha Inggris Richard Branson, juga menyerukan agar nyawa Naga diselamatkan.

Tak hanya Nagaenthran. Singapura juga berencana untuk mengeksekusi satu lagi terpidana mati kasus narkoba asal Malaysia yang lain dalam waktu dekat. Datchinamurthy Kataiah dijadwalkan untuk dieksekusi pada Jumat (29/4) mendatang.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait