Hacker Korea Utara Dikabarkan Curi Teknologi Militer, Jadi Ancaman Siber Paling Kuat?
Pixabay/geralt
Dunia

Perusahaan keamanan siber AS memberikan informasi soal serangan hacker Korea Utara yang mencuri data teknologi militer. Mereka menyebut hacker tersebut sebagai salah satu ancaman siber Korea Utara paling kuat.

WowKeren - Sebuah kelompok hacker yang terkait dengan Korea Utara baru-baru ini melanggar sebuah perusahaan teknik yang memiliki hubungan militer, dalam serangan siber terbaru Pyongyang yang bertujuan untuk memperkuat program pengembangan senjatanya. Hal itu disampaikan oleh perusahaan keamanan siber AS Symantec pada Rabu (27/4).

Kelompok hacker yang dikenal sebagai Stonefly itu telah beroperasi setidaknya sejak 2009. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir telah mempersempit fokus mereka "semata-mata untuk operasi spionase terhadap target bernilai tinggi tertentu," kata pakar keamanan dengan Symantec dalam sebuah posting blog.

“Hampir semua teknologi yang tampaknya diminati memiliki kegunaan militer serta sipil dan beberapa dapat memiliki aplikasi dalam pengembangan persenjataan canggih,” sabung pernyataan tersebut, melansir United Press International.

Serangan terbaru dari Stonefly diketahui terjadi pada bulan Februari llau terhadap sebuah perusahaan teknik yang bekerja di sektor energi dan militer. Hacker berhasil membobol salah satu server perusahaan dan memasang malware pintu belakang yang memungkinkan mereka mencuri data secara diam-diam selama beberapa hari.


"Kemampuan grup dan fokusnya yang sempit untuk memperoleh informasi sensitif menjadikannya salah satu aktor ancaman siber Korea Utara paling kuat yang beroperasi saat ini," ungkap Symantec.

Peringatan itu muncul setelah perampokan cryptocurrency senilai $620 juta. Di mana menjadi perampokan terbesar dalam sejarah, oleh Grup Lazarus Korea Utara.

Tiga agen AS pekan lalu memberikan peringatan bahwa Korea Utara meningkatkan serangan siber pada platform cryptocurrency dan blockchain. Hal itu dilakukan saat rezim rahasia mencari cara untuk menghindari sanksi internasional.

Terlepas dari ekonomi yang tumbuh semakin terisolasi oleh pandemi COVID-19 , Korea Utara memprioritaskan program senjatanya. Pyongyang telah meluncurkan serangkaian peluncuran rudal sejak awal tahun dan para pejabat di Washington dan Seoul telah memperingatkan bahwa uji coba nuklir mungkin akan dilakukan.

Pada hari Senin, Korea Utara mengadakan parade militer yang menampilkan rudal balistik antarbenua terbarunya sementara pemimpin Kim Jong Un bersumpah untuk terus "mengembangkan kekuatan nuklir negara kita dengan kecepatan secepat mungkin."

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait