Bagi Korea Utara, kekeringan dan banjir memang telah lama menjadi ancaman musiman. Bagi negara ini setiap bahaya alam yang serius dapat melumpuhkan ekonominya.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 04 Mei 2022 - 14:46 WIB
WowKeren - Korea Utara punya cara tak biasa untuk menghadapi kekeringan di negaranya. Media pemerintah melaporkan bahwa pekerja kantoran hingga buruh pabrik telah dikirim ke daerah pertanian ke seluruh pelosok negeri untuk membantu melawan kekeringan.
Langkah itu diambil di tengah kekhawatiran atas kekurangan pangan yang berkepanjangan. Presiden Kim Jong Un sendiri telah menyerukan langkah-langkah untuk memperbaiki situasi pangan yang tegang. Meski kondisi sempat mengalami sedikit perbaikan namun itu kembali tegang akibat pandemi virus corona dan badai topan.
Bagi Korea Utara, kekeringan dan banjir memang telah lama menjadi ancaman musiman. Bagi negara ini setiap bahaya alam yang serius dapat melumpuhkan ekonomi tertutupnya yang telah memburuk akibat sanksi internasional dan penghentian perdagangan.
Surat kabar Korea Utara Rodong Sinmun melaporkan jika pejabat pemerintah dan perusahaan serta pekerja pabrik bekerja sama dengan petani di seluruh negeri untuk mendistribusikan peralatan pompa dan mengembangkan sumber air di daerah rawan kekeringan. Upaya ini dilakukan untuk melawan musim kemarau yang sedang berlangsung dan bersiap untuk kekeringan yang akan datang.
"Upaya sistematis dan agresif sedang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik," bunyi laporan surat kabar tersebut. "Dan memobilisasi semua kemampuan yang tersedia untuk mencegah kerusakan tanaman akibat kekeringan sebelumnya."
Surat kabar itu juga melaporkan bahwa orang-orang yang tinggal di Anju dan Kaechon, yang terletak di utara ibu kota Pyongyang, telah membuat kolam, menambahkan pupuk dan penambah pertumbuhan ke tanaman. Mereka juga mengirim traktor, truk, dan pembudidaya untuk membawa air ke pertanian.
Meski belum secara resmi mengonfirmasi kasus COVID-19, Korea Utara telah menutup perbatasan dan pembatasan perjalanan, sebelum melanjutkan perdagangan dengan Tiongkok awal tahun ini. PBB sebelumnya juga telah memperingatkan Korea Utara jika isolasi yang mendalam berisiko membawa banyak penduduknya pada kondisi kelaparan.
Pada Maret, PBB mendesak Korea Utara untuk membuka kembali perbatasannya. Hal itu perlu dilakukan untuk membantu mengimpor pekerja maupun makanan.
(wk/zodi)