Puluhan cangkang yang berada di jalan luar mal Bangkok terbukti merupakan fosil makhluk laut dari jutaan tahun lalu. Terbukti bahwa fosil-fosil tersebut berasal dari 66 juta tahun lalu.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 05 Mei 2022 - 14:54 WIB
WowKeren - Ada lebih dari 70 cangkang yang tertanam di jalan setapak di luar pusat perbelanjaan (mal) di Bangkok, Thailand. Siapa sangka, puluhan cangkang itu ternyata merupakan fosil makhluk laut yang hidup lebih dari 66 juta tahun yang lalu. Hal itu pun telah dikonfirmasi oleh para ahli di Thailand.
Temuan itu berawal dari seorang pengunjung bermata elang yang pertama kali melihat fosil berbentuk siput, berukuran hingga 12 sentimeter (lima inci), tersebar di sepanjang 400 meter trotoar di dekat pusat perbelanjaan Siam Square di distrik wisata utama. Ahli paleontologi dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan kemudikan melakukan penyelidikan dan dan menemukan 77 fosil amon.
Amon sendiri merupakan makhluk laut yang diyakini telah punah sejak 66 juta tahun yang lalu. Hal itu dijelaskan oleh Preecha Saithong, direktur divisi perlindungan fosil kementerian tersebut, kepada AFP, Selasa (3/5) lalu.
"Amon itu asli," kata Preecha Saithong. Selain itu, Preecha juga menambahkan bahwa fosil-fosil itu berbeda dari yang biasanya ditemukan di Thailand.
Pada Kamis (5/5), para ahli dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah memferifikasi lusinan struktur fosil yang ditemukan di jalan perbelanjaan di Bangkok tersebut. Di mana tampaknya lusinan struktur fosil itu sengaja dibuat sebagai hiasan oleh kontraktor bangunan, adalah sisa-sisa asli amon, hewan moluska laut yang muncul dalam catatan fosil sekitar 400 juta tahun yang lalu, sampai kepunahan mereka sekitar 66 juta tahun yang lalu.
Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa jalan setapak yang tersebar puluhan fosil tersebut diperbaiki dua tahun lalu. Cangkang-cangkang itu mungkin telah dimasukkan ke dalam beton sebagai hiasan oleh sub-kontraktor.
Diketahui bahwa fosil moluska penghuni laut, yang hidup selama periode Jurassic dan Cretaceous, juga dijual sebagai suvenir di beberapa tujuan wisata populer. Termasuk di antaranya Madagaskar dan Maroko.
(wk/amel)