Lebih dari 1.200 orang secara total di setidaknya enam dari 18 provinsi Irak telah dirawat di rumah sakit daerah karena masalah pernapasan akibat badai debu yang hebat.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 06 Mei 2022 - 11:02 WIB
WowKeren - Badai debu yang melanda Irak telah memberikan dampak yang serius. Tak hanya menciptakan pemandangan apokaliptik, badai debu juga memberikan pukulan signifikan terhadap kualitas udara.
Akibatnya, sebanyak 1.000 orang harus dilarikan ke rumah sakit setempat pekan ini. Peramal AccuWeather mengatakan Irak telah menghadapi banyak badai debu musim semi ini dan kombinasi faktor atmosfer menyebabkan badai yang sangat kuat pada hari Kamis (5/5).
Al Jazeera melaporkan jika lebih dari 1.200 orang secara total di setidaknya enam dari 18 provinsi Irak telah dirawat di rumah sakit daerah karena masalah pernapasan minggu ini akibat badai debu yang hebat. Warga yang berusaha keluar di daerah yang terkena dampak pada pagi itu, berhadapan langsung dengan awan debu tebal yang menyelimuti segala sesuatu di sekitarnya.
"Badai debu terbaru Kamis pagi disebabkan oleh front yang jatuh di Irak," jelas ahli meteorologi AccuWeather Tony Zartman. "Angin kencang yang terjadi dengan lewatnya bagian depan memicu badai debu, sangat mengurangi jarak pandang dan menyebabkan kualitas udara yang tidak sehat."
Badai debu yang terjadi tidak bisa dipandang sebelah mata. Peramal cuaca AccuWeather mengatakan kemungkinan bahwa jarak pandang hampir nol untuk lokasi lain di seluruh Irak serta debu terburuk menggelapkan langit. Badai debu hari Kamis adalah yang terbaru dalam serangkaian badai yang menghantam sebagian wilayah Irak musim semi ini.
Sebelumnya pada hari Minggu (1/5), badai debu juga sempat menutupi wilayah itu. Bahkan menurut The National, badai yang terjadi pada hari Minggu mengakibatkan ditutupnya Bandara Internasional Baghdad dan Bandara Najaf.
Zartman mengatakan bahwa badai debu yang terjadi juga didukung oleh kondisi negara itu yang kering. Kurangnya curah hujan telah menyebabkan kurangnya kelembapan di daerah tanah dan pasir.
"Irak telah mengalami kondisi kering tidak hanya baru-baru ini tetapi selama beberapa tahun terakhir," jelas Zartman. "Oleh karena itu, setiap kali embusan angin datang, tidak perlu banyak waktu untuk memulai badai debu."
(wk/zodi)