Ledakan yang terjadi menghancurkan empat lantai pertama dan menyebabkan awan debu dan asap mengepul ke udara dan menghancurkan mobil yang diparkir di luarnya.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 07 Mei 2022 - 13:29 WIB
WowKeren - Sebuah insiden ledakan terjadi di Havana, Kuba. Sedikitnya 22 orang tewas dan 70 lebih mengalami luka-luka setelah sebuah ledakan besar melanda hotel bersejarah di kota itu.
Kantor Presiden Miguel Diaz-Canel mengatakan dalam serangkaian cuitan pada Jumat (6/5) sore memastikan bahwa itu bukan bom serangan. Dia menjelaskan bahwa menurut penyelidikan awal ledakan di Hotel Saratoga bintang lima di Old Havana disebabkan oleh kebocoran gas.
Saat menjenguk para korban terluka yang dirawat di Calixto Garcia di ibu kota, dia mengatakan kepada kantor berita Reuters, "Dalam kasus apa pun itu bukan bom atau serangan. Itu hanya kecelakaan yang sangat disayangkan."
Presiden juga mengunjungi lokasi ledakan dan menyampaikan bela sungkawa mendalam kepada orang-orang yang merupakan keluarga korban. Sebagaimana diketahui, ledakan yang terjadi pagi hari itu telah menghancurkan empat lantai pertama dan menyebabkan awan debu dan asap mengepul ke udara.
Ledakan menghancurkan sebagian besar fasad, meledakkan jendela dan menghancurkan mobil yang diparkir di luar hotel. Kubah gereja Baptis di dekatnya juga runtuh. Hotel itu memiliki 96 kamar, dua bar, dua restoran, dan kolam renang di puncak gedung, yang kini sedang direnovasi.
Hotel ini sebelumnya telah direnovasi oleh perusahaan Inggris setelah Uni Soviet jatuh dan kerap dikunjungi pejabat pemerintah dan selebriti selama bertahun-tahun. Hotel itu masih belum menerima tamu namun para pekerja sedang mempersiapkan pembukaan kembali hotel dalam waktu empat hari. Roberto Enrique Calzadilla, perwakilan dari perusahaan militer yang mengoperasikan banyak hotel-hotel di negara itu yang mengonfirmasinya.
"Para pekerja sedang melakukan perbaikan dan melakukan semua pekerjaan untuk membuka properti," ujarnya. "Dan di pagi hari mereka memasok gas dan tampaknya beberapa kecelakaan menyebabkan ledakan."
Saat ledakan itu terjadi, orang-orang di sepanjang jalan sedang menunggu taksi. Anabel Regueiferas Granados bahkan sedang mengajar kelas anak-anak sekolah dasar di Concepcion Arenal de Ponte, ketika ledakan itu terjadi. Guru lain, Martha Borrell Zamora, mengatakan beberapa anak menderita luka kecil dari kaca.
(wk/zodi)