Pihak toko menuduh bahwa bocah itu menendang patung dan menyebabkan kerusakan. Orang tuanya yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, percaya begitu saja kata-kata staf toko.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 24 Mei 2022 - 17:07 WIB
WowKeren - Sebuah kejadian viral tengah ramai menjadi pembicaraan di Hong Kong baru-baru ini, ketika seorang bocah menyenggol patung Teletubbies di toko mainan Langham Place di Mong Kok. Patung Teletubbies yang dilabeli seharga 52.800 dolar HK (sekitar Rp98 juta) pecah berkeping-keping. Alhasil, orang tua bocah itu harus membayar ganti rugi sekitar 30.000 dolar HK (Rp56 Juta)
Toko mainan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka tidak mengenakan biaya tambahan. Pernyataan toko yang diterbitkan pada Selasa menyatakan insiden itu telah sepenuhnya diselesaikan dengan persetujuan bersama, menekankan bahwa mereka tidak mengenakan biaya apa pun lebih dari harga aslinya.
"Biaya prototipe melibatkan hak cipta dan desain, penelitian dan kreasi, serta biaya pengemasan yang diperkuat dan biaya transportasi," bunyi pernyataan itu, yang menambahkan bahwa pajangan tersebut telah berada di lokasinya sejak November tahun lalu dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan selama waktu tersebut.
Namun, pernyataan itu justru menuai kecaman. 20.000 komentar netizen menunjukkan kemarahan dan menilai bahwa toko harus mengembalikan kompensasi. Kidsland International adalah pengecer dan distributor mainan terdaftar di Tiongkok yang juga menjalankan toko LEGO bersertifikat di Hong Kong.
Menurut Pengacara Albert Luk Wai-hung orang-orang dari berbagai usia memiliki tanggung jawab hukum yang berbeda. Jika anak-anak yang terlibat lebih muda dari 10 tahun, mereka tidak harus menanggung tanggung jawab pidana atau perdata. Dengan kata lain, toko tidak boleh menuntut ganti rugi dari anak-anak dan orang tua mereka.
Sebelumnya, pihak toko menuduh bahwa bocah itu menendang patung itu dan menyebabkan kerusakan. Sementara orang tua, tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, memutuskan untuk menerima kata-kata staf dan menawarkan kompensasi kepada toko.
Namun, video pengawasan dari insiden tersebut kemudian muncul secara online dan membuktikan sebaliknya. Anak laki-laki itu terlihat bersandar pada patung untuk menghindari kerumunan yang mendekat di dalam toko sebelum patung jatuh.
Sang ayah baru mengetahui bahwa putranya tidak bersalah setelah rekaman itu viral di media sosial. Dia juga mengkritik staf toko karena menyesatkan mereka agar percaya bahwa putra mereka telah menendang patung itu sehingga membuatnya jatuh.
(wk/zodi)