Pihak toko, Kidsland International yang merupakan perusahaan induk dari toko mainan Kk plus, meminta maaf kepada keluarga usai anak mereka tak sengaja memecahkan patung Teletubbies.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 25 Mei 2022 - 13:31 WIB
WowKeren - Sebuah kejadian di salah satu toko mainan Hong Kong baru-baru ini menjadi viral di dunia maya, ketika seorang bocah secara tak sengaja menyenggol patung Teletubbies seharga puluhan juta rupiah. Meski sang orang tua bocah telah membayar sejumlah uang kompensasi, komentar kecaman masih ramai menggema di jagat maya.
Tak sedikit dari publik yang mengecam toko mainan tersebut yang dinilai tak seharusnya meminta orang tua membayar uang untuk kompensasi. Orang tua bocah awalnya diberitahu bahwa anak mereka telah menendang patung itu hingga pecah berkeping-keping, namun rekaman yang beredar online justru menunjukan bahwa bocah itu tak sengaja menyenggolnya.
Insiden bermula ketika seorang anak laki-laki bersandar pada patung Teletubbies di toko Kk plus di Langham Place di Mong Kok pada hari Minggu (22/5). Dia secara tidak sengaja merusaknya, yang mana orang tuanya membayar puluhan juta sebagai kompensasi.
Kekinian, pihak toko, Kidsland International yang merupakan perusahaan induk dari toko mainan Kk plus, meminta maaf kepada keluarga. Mereka juga mengembalikan semua kompensasi sebesar 33.600 dolar HK (Rp62 juta) yang mereka berikan. Menanggapi gejolak tersebut, mereka telah membahas penanganan insiden tersebut dan akan meninjau perlindungan mainan pajangan besar, kata Kidsland International, Selasa (24/5).
Kidsland International adalah pengecer mainan terdaftar dan agen LEGO Hong Kong. Ayah dari anak laki-laki berusia lima tahun itu, menerima pernyataan Kidsland International sebagai hal yang wajar, menambahkan bahwa dia telah berbicara di telepon dengan manajer toko. Namun dia menolak tawaran toko untuk memberikan hadiah kepada putranya, karena dia mengatakan dia tidak mencari keuntungan dari kejadian tersebut.
Sebelumnya, pihak toko juga telah mengeluarkan pernyataan pada Selasa dini hari yang mengatakan bahwa insiden tersebut telah sepenuhnya diselesaikan dengan persetujuan bersama. Namun pernyataan itu banjir kecaman dan sejak saat itu telah dihapus. Manajer toko menanggapi pada hari yang sama bahwa tim manajemen perusahaan telah menghubungi pelanggan yang terlibat.
(wk/zodi)