Thailand Laporkan Puluhan Kasus Malaria dari Monyet ke Manusia
pixabay.com/Ilustrasi/romanticfatman
Dunia

Penyebaran infeksi malaria Nousai ini memicu kekhawatiran di antara penduduk setempat mengingat ada lebih dari 2.000 kera liar di distrik Mueang Songkhla.

WowKeren - Salah satu wilayah di Thailand selatan, Ranong, telah melaporkan 41 kasus malaria Nousai di provinsi tersebut. Pihak berwenang mengatakan bahwa warga yang terjangkit penyakit itu sebagian besar memiliki riwayat menjelajah jauh ke hutan, sebagaimana dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Ranong.

Malaria Nousai merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi. Parasit ini ditularkan dari monyet ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Sebelumnya pada Selasa (24/5), provinsi timur Trat juga melaporkan 11 kasus malaria Nousai.

Penyebaran penyakit ini memicu kekhawatiran di antara penduduk setempat. Pejabat di provinsi Songkhla, Thailand selatan, sedang mengumpulkan sampel darah dari kera untuk menguji malaria Nousai untuk meredakan kekhawatiran warga. Kekhawatiran warga itu bukan tanpa alasan mengingat ada lebih dari 2.000 kera liar di distrik Mueang Songkhla.

Selain provinsi Trat, ada 9 kasus di pulau Koh Chang dan 2 dari distrik Bor Rai. Para ilmuwan saat ini sedang menguji sampel darah dari monyet di Koh Chang untuk menyelidiki penyakit ini lebih lanjut.


Data Departemen Pengendalian Penyakit mengungkapkan, sejak awal tahun, Provinsi Songkhla mencatat 16 kasus malaria Nousai. Kasus-kasus tercatat di distrik Saba Yoi dan Rattaphum, yang sebagian besar terlibat dalam perburuan hutan di daerah-daerah terpencil di hutan.

Namun para ilmuwan tidak menemukan jejak penyakit tersebut setelah menguji nyamuk di daerah perkotaan di Songkhla. Dari 41 kasus malaria Nousai yang tercatat di Ranong, kasus ditemukan di semua 5 kabupaten karena tutupan hutan yang lebat di provinsi tersebut.

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terdeteksi di Ranong, tepatnya tahun 2012 dengan 1 kasus. Jumlah ini bertambah pada 2019 dengan 3 kasus dan meningkat pesat pada 2021 dengan 16 kasus.

Direktur Kantor Pencegahan dan Pengendalian Songkhla Dr. Pathomphon Prickhu mengatakan pihak berwenang di setiap provinsi yang telah mencatat kasus Nousai sedang menyelidiki asal-usul penyakit untuk mencegah penyebarannya di Thailand. Dia menekankan bahwa setiap orang di Thailand harus mengambil tindakan pencegahan untuk meminimalkan gigitan nyamuk.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait