Dua anggota keluarga kaya di Bangkok, Thailand, ditangkap polisi atas tuduhan perdagangan manusia. Mereka dituding menipu para wanita untuk dikirim ke Bahrain untuk jadi budak seks.
- Amelia Nur Fatimah
- Sabtu, 28 Mei 2022 - 15:35 WIB
WowKeren - Perdagangan manusia atau human trafficking masih terjadi di berbagai belahan dunia. Asia pun tak luput dari permasalahan tersebut. Terbaru, Dua anggota keluarga kaya di Bangkok ditangkap atas tuduhan human trafficking atau perdagangan manusia.
Keluarga Crazy Rich itu ditangkap atas surat perintah penyelundupan manusia awal pekan ini. Mereka adalah seorang Ayah, Wiraya (54) dan anak perempuannya Wachi yang berusia 37 tahun. Keduanya diduga mulai merekrut perempuan untuk bekerja di Bahrain pada 2015, mengatakan mereka akan memberikan pijat tradisional Thailand. Sebaliknya, para wanita dipaksa menjadi budak seks.
Beberapa wanita yang menjadi korban berhasil melarikan diri. Mereka pun melaporkan apa yang terjadi pada polisi perdagangan manusia.
Menurut media Thailand, Wiraya dan Wachi membantah semua tuduhan tersebut. Siam Rath melaporkan bahwa Wiraya dan Wachi adalah seorang "mega rich", dan memiliki salah satu pemasok moo ping atau bakso babi terbesar di Thailand, di antara bisnis lainnya. Siam Rath juga mengatakan jika keduanya “menggunakan nama dan pengaruh mereka” untuk merekrut para wanita.
Wiraya dan Wachi pun saat ini menghadapi tuduhan memikat orang ke dalam perdagangan seks, dan polisi terus menyelidikinya. Polisi anti perdagangan manusia menangkap ayah dan anak perempuan itu di distrik Thon Buri, Bangkok.
Ini bukan pertama kalinya warga negara Thailand dituduh memperdagangkan perempuan ke Timur Tengah, dengan kedok bahwa mereka akan bekerja sebagai tukang pijat. Pada bulan Maret, polisi di Chachoengsao, sebuah provinsi di timur Bangkok, menangkap seorang wanita yang dicurigai menipu wanita lain untuk bekerja sebagai pelacur di Uni Emirat Arab. Dia adalah satu dari enam tersangka dalam kasus tersebut.
Korban mengatakan kepada pihak berwenang bahwa dia diundang untuk bekerja sebagai tukang pijat di sebuah spa di Dubai. Wanita yang mengundangnya dipanggil 'Ms. Lilly', dan menjanjikan gaji bulanan 40.000 baht. Setelah dia terbang ke Dubai pada bulan September, Lilly menyita paspornya dan memerintahkannya untuk memberikan layanan seksual kepada klien.
(wk/amel)