Lebih Dari 7 Ribu Penerbangan Dibatalkan, Wisatawan 'Terdampar' di Akhir Pekan Memorial Day
Pexels/Brett Sayles
Dunia

Libur akhir pekan memasuki musim panas tahun 2022 ini, dimanfaatkan oleh sejumlah wisatawan untuk berlibur. Namun sejumlah maskapai justru membatalkan penerbangannya.

WowKeren - Pada akhir pekan Memorial Day, sejumlah wisatawan disebut "terdampar" setelah maskapai membatalkan lebih dari 7 ribu penerbangan di seluruh dunia selama rentang empat hari. Menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware, ada sekitar 1.580 penerbangan lagi yang dibatalkan pada Senin (30/5).

Pembatalan itu disebut mengikuti 1.640 pembatalan pada hari Minggu, 1.500 pada hari Sabtu dan 2.300 pada hari Jumat. Sementara jalur Delta Air membatalkan sebagian besar penerbangan dengan 500 penerbangan domestik dan internasional dihentikan selama liburan akhir pekan.

Kemudian maskapai yang berbasis di Atlanta itu menyalahkan cuaca buruk di Amerika Serikat bagian tenggara dan timur laut, bersama dengan "tindakan kontrol lalu lintas udara." Di sisi lain, maskapai berjanji untuk mengeluarkan keringanan perjalanan kepada mereka yang terkena dampak.

Sementara itu, American Airlines diketahui membatalkan 117 penerbangan pada Senin (30/5), terhitung 3 persen dari operasinya. Lalu AAA juga memperkirakan 3 juta orang Amerika akan melakukan perjalanan melalui udara selama liburan akhir pekan, dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat pada bulan Juni.


Mengingat peraturan pembatasan perjalanan COVID-19 yang mereda, maka maskapai juga bersiap untuk kerumunan yang lebih besar di musim panas tahun 2022 ini. Bahkan jumlah pelancong dapat melampui tingkat pra pandemi 2019 karena maskapai berjuang untuk mempertahankan cukup banyak karyawan.

Selanjutnya, ada Alaska Airlines yang telah mengurangi jadwalnya sekitar 2 persen hingga Juni untuk mencocokkan "kapasitas pilot", sementara JetBlue memotong 8 persen hingga 10 persen dari jadwal musim panasnya.

Sementara pada Kamis pekan lalu, Delta mengumumkan di situsnya akan memangkas 100 keberangkatan setiap hari dari 1 Juli hingga 7 Agustus 2022 di beberapa bagian Amerika Serikat dan Amerika Latin.

Chief Customer Experience Officer Delta Allison Ausband mengatakan bahwa lebih dari waktu manapun dalam sejarahnya, berbagai faktor yang saat ini mempengaruhi operasi seperti kontrol cuaca dan lalu lintas udara, serta stav vendor, hingga peningkatan tingkat kasus COVID-19 yang berkontribusi pada ketidakhadiran yang lebih tinggi dari yang direncanakan beberapa kelompok kerja.

"Menghasilkan operasi yang tidak secara konsisten memenuhi standar yang telah ditetapkan Delta untuk industri dalam beberapa tahun terakhir," ujar Ausband dalam sebuah keterangannya, dilansir dari UPI, Selasa (31/5).

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait